Operator Lempar Pete-pete, SPBU di Jeneponto Didemo Warga

Massa mendatangi SPBU di Kecamatan Tarowang setelah salah satu operator bersitegang dengan sopir pete-pete. (Ist)
images-ads-post

SULSELSATU com, JENEPONTO – Puluhan warga dari Desa Bontolebang, Kecamatan Kelara, menggelar aksi protes di SPBU Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kamis (24/4/2019).

Aksi protes tersebut dipicu saat seorang pria atas nama Daeg Naba menggunakan mobil mengisi bahan bakar jenis premium di SPBU tersebut.

Pada saat melakukan pengisian bahan bakar, terjadi kesalahpahaman antara pengemudi mobil dengan operator pertamina yang diketahui inisial WA.

Keselahpahaman terjadi karena pengemudi mobil meminta diisi sebanyak Rp50.000, namun operator malah mengisi full dengan harga Rp350.000.

“Setelah diisi oleh operator SPBU, pengemudi mobil melempar uangnya senilai Rp50.000 dan langsung membawa pergi kendaraannya,” ujar salah satu warga yang menolak disebut namanya.

Operator SPBU Tarowang tersebut mengejar pengemudi mobil dengan menggunakan motor. Di Desa Tino, Kecamatan Tarowang, operator tersebut diduga melempar batu ke mobil sehingga mengakibatkan kaca pintu mobil depan sebelah kiri pecah dan mengenai istri pengemudi.

“Ada kurang lebih 50 orang massa yang berasal dari masyarakat Desa Bontolebang melakukan aksi protes menuntut agar SPBU tersebut di tutup,” katanya.

Kini istri Daeng Naba mengalami luka di bagian muka sebelah kiri akibat pecahan kaca jendela mobil dan sementara di rawat di rumah sakit Bantaeng.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya