Dituding PDIP Gelembungkan Suara, Karlos: Demi Allah Tidak Ada

Syamsuddin Karlos. (Sulselsatu/Asrul)
images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Syamsuddin Karlos membantah tudingan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal dirinya menggelembungkan suara pada Pileg 2019 ini.

Bahkan tidak hanya sekadar tudingan, PDIP malah telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi lantaran merasa dirugikan khususnya di Dapil Sulsel empat meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.

Karlos begitu sapaannya mengatakan langkah yang ditempuh PDIP melayangkan gugatan ke MK adalah hal yang tepat dan sesuai dengan mekanisme dalam berdemokrasi.

“Gugatan ke MK ini saya rasa sebagai salah satu langka konstitusi, tetapi apa yang dituduhkan PDIP bahwa saya mengelembungkan suara di Jenoponto 300 suara di Bantaeng 300 suara di Selayar 300 suara saya kira itu tidak benar, demi Allah ya, satupun tidak ada,” ucap Karlos di Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (27/5/2019).

Anggota DPRD Sulsel Fraksi PAN itu tidak ingin tudingan PDIP memumculkan stigma dan pendapat di masyarakat bahwa dia melakukan penggelembungan suara sehingga terpilih di Pileg 2019.

“Kalau ada yang begtu saya klarifikasi supaya tidak ada dusta di antara kita, tidak membuat dosa diantara kita ya, tetapi saya kira langkah yang dilakukan PDIP itu adalah langkah konstitusi jadi itu silahkan saja kan yang digugat bukan saya tapi KPU dan saya kira semua ada saksinya dan Insya Allah kita ada di pihak yang benar,” tutur putra daerah Kabupaten Jeneponto itu.

Meski begitu, Karlos sangat menyayangkan sikap PDIP yang tidak konsisten selama proses Pemilu ini berjalan sejak perhitungan di tingkat TPS sampai kabupaten, dimana para saksinya semua bertandatangan menyetujui hasil perhitungan tersebut.

“Saya kira PDIP punya saksi mulai dari tingkat TPS dan saksinya tidak ada yang keberatan, semua tanda tangan menyetujui, masuk kecamatan juga, masuk kabupaten juga, dan tanda tangan saksi, berarti ada ketidak konsistenan,” tutup Karlos.

Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan