Sembilan Bulan Menjabat, Janji Politik Bupati dan Wabup Sinjai Ditagih

SULSELSATU.com, SINJAI – Sekelompok mahasiswa dan masyarakat yang mengatasnamakan diri Koalosi Masyarakat Sinjai Bersatu menuntut janji politik bupati dan wakil bupati soal perbaikan jalan di Desa Turungan Baji, Sinjai Barat.
Tuntutan janji tersebut disampaikan lewat aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati, Selasa (2/7/2019). Sempat terjadi saling dorong antara pengunjuk rasa dan Satpol-PP.
Ada tiga poin yang disampaikan pengunjuk rasa seperti perbaikan jalan di Desa Turungan Baji, kejelasan pinjaman dana Rp200 miliar ke pemerintah pusat dan pengerjaan Gedung Islamic Center.
Salah satu mahasiswa sekaligus warga Desa Turungan Baji, Alamsyah mengatakan, betapa sulitnya warga di desanya akibat infrastruktur jalan yang buruk.
Imbasnya, hasil bumi terbengkalai dan harga anjlok. Selain itu, ibu hamil dan warga yang sakit sulit mendapatkan pertolongan, begitu juga dengan aktivitas warga yang terganggu ketika musim hujan.
“Itu semua yang perlu digaris bawahi oleh bupati. Di Desa Turungan Baji perbaikan jalan sangat dibutuhkan, karena memang mulai dari nenek moyang kami belum pernah ada pembangunan sampai sekarang. Selain itu pula jika akses jalan di sana sudah bagus akan menjadi akses jalan cepat menuju ke Makassar,” katanya.
Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong yang menerima aspirasi tersebut menyampaikan terima kasihnya atas aksi yang dilakukan, karena menurutnya merupakan koreksi bagi pemerintah dan merupakan hal yang wajar untuk peningkatan pembangunan ke depan.
Mengenai tiga poin tuntutan yang disampaikan, yakni mengenai akses jalan di Turungan Baji, Kartini berdalih, bahwa program 100 kerja bupati dan wakil bupati selesai terlaksana, sedangkan pemerintahannya saat itu mulai berjalan setelah pembahasan APBD Perubahan.
“Masa pemerintahan kami baru berjalan sembilan bulan, dan untuk perbaikan jalan di Desa Turungan Baji sudah kita masukkan ke anggaran DAK 2019 ini, tetapi yang menjadi persoalan anggaran pinjaman Rp200 miliar itu sampai sekarang belum cair. Saya juga belum bisa katakan anggaran tersebut tidak jadi karena belum cair sampai sekarang,” imbuh Kartini.
“Insya Allah saya akan berjuang jika anggaran pinjaman Rp200 miliar ini tidak cair akan saya usulkan di APBD Pokok tahun 2020. Insya Allah kita akan prioritaskan pembangunan ke Turungan Baji,” katanya.
Kartini juga menandatangani surat pernyataaan bermaterai untuk mengundurkan diri jika janji-janji tersebut tidak ditepati.
Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News