Makassar Jadi Panggung Gagasan Forum Dewan Guru Besar Indonesia

Makassar Jadi Panggung Gagasan Forum Dewan Guru Besar Indonesia

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke-II dan Seminar Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2019 di Hotel Claro, Makassar, di mana Universitas Hasanuddin (Unhas) bertindak sebagai tuan rumah.

Pembukaan Munas ke-II bertema “Sinergi Membangun Bangsa Melalui Karya Seni Inovatif” tersebut dihadiri oleh Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, Sekretaris Daerah Povinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani, Ketua FDGBI Prof. Koentjoro, serta para guru besar dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Ketua panitia Kongres FDGBI, Prof. Muhammad Akmal Ibrahim, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 167 peserta dari 42 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Dalam sambutannya, dia berharap kegiatan ini dapat membawa dampak positif. 

“Selamat datang di Makassar, tentu kami berharap para peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semoga apa yang kita hasilkan di Makassar ini, bisa menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan oleh jajaran birokrasi di berbagai level, lokal maupun nasional,” kata Prof. Akmal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FDGBI Prof. Koentjoro menjelaskan munas dan seminar ini merupakan forum berpikir untuk saling meningkatkan kerjasama, untuk maju dan sukses bersama. Mewakili FDGBI, Prof. Kuntjoro mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unhas atas dukungannya untuk kegiatan ini.

“Pada dasarnya, ada hal-hal yang belum terpikirkan oleh kita, saya pikir ini waktunya untuk bekerja sama, maju bersama, dan bangun bersama. Ini merupakan momentum untuk kita mempersatukan pikiran, ide, maupun gagasan kita untuk kedepannya lebih baik lagi,” jelas Prof. Koentjoro.

Sekretaris Daerah Povinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani saat membuka acara ini menyatakan kebanggaannya bisa menghadiri kegiatan akademisi bersama para guru besar. Dirinya menjelaskan pentingnya peran guru besar dalam kebijakan suatu birokrasi. 

“Ciri khas suatu negara yang berkembang maju adalah adanya peran guru besar dalam memberi masukan terkait kebijakan dalam lingkup birokrasi,” kata Abdul Hayat Gani.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu menyambut baik seluruh peserta yang hadir. Dirinya berterima kasih atas kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini.  

“Saya yakin, pertemuan ini akan memberi manfaat konstruktif, apalagi isu yang dibahas berkaitan dengan kepentingan publik secara luas, termasuk di dalamnya mengantisipasi perkembangan era industri 4.0 yang penuh dinamika dan kompleksitas,” kata Prof. Dwia.

Agenda hari pertama adalah serah terima jabatan dari kepengurusan lama kepada kepengurusan yang baru. Acara juga diisi dengan diskusi rencana kerja. Tahun ini, Ketua FDGBI yang terpilih adalah Prof. Mursalim, yang juga merupakan Ketua Dewan Guru Besar Unhas. 

Rencana Kerja FDGBI ke depan terkait dengan perkembangan industri 4.0, pemerataan pendidikan, dan permasalahan professorship.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga