Tunggakan Pembayaran BPJS Kesehatan di Makassar Capai Rp 110 Miliar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan di Kota Makassar mencapai Rp110 miliar. Tunggakan ini khusus peserta mandiri, belum termasuk badan usaha.
“Penunggakan di Makassar Rp110 miliar untuk peserta mandiri. Badan usaha juga ada yang menunggak. Jadi, bukan hanya peserta mandiri. Kalau untuk peserta mandiri data terakhir bulan Agustus itu Rp110 miliar,” kata Esty, Jumat (6/9/2019).
Esty menyebut, khusus di Makassar, iuran yang diterima setiap bulan tidak sebanding dengan pembiayaan yang dikeluarkan oleh negara, sehingga mengakibatkan BPJS Kesehatan Cabang Makassar defisit.
“Untuk membiayai 1 bulan saja itu sangat tidak cukup karena Makassar ini merupakan salah satu pusat rujukan. Jadi, memang otomatis pasti akan tidak tercukupi iuran yang diterima,” katanya.
Dia menambahkan, iuran pemerintah khusus untuk Makassar tidak cukup karena pihaknya juga menerima peserta dari wilayah lain, seperti Papua, Sorong, Jeneponto, dan Palopo.
“Jadi, tidak hanya murni masyarakat Kota Makassar yang memanfaatkan karena di sini kan pusat rujukan untuk Indonesia timur. Karena ada rumah sakit kelas A seperti Wahidin yang lengkap pelayannya,” kata Esty.
Akan tetapi, kata dia, bila melihat dari biaya pelayanan kesehatan dengan iuran yang diterima, memang tidak mencukupi sehingga selisih dari iuran yang diterima dan dikeluarkan selalu minus.
“Saya perkirakan saja selisih antara iuran yang diterima dengan biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan khusus untuk wilayah kerja kami, khusus untuk Kota Makassar itu sekitar Rp800-Rp900 miliar,” ungkapnya.
“Sekali lagi kita jangan melihat orang masing-masing daerah tapi kita lihat secara keseluruhan karena ada daerah yang mencukupi tapi memang secara nasional defisit,” tandasnya.
Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News