Bahas Alokasi Dana Hibah BRT, Pemprov Bakal Gelar FGD

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemprov Sulsel akan menggelar fokus group discussion membahas implementasi dan masterplan sustainable urban transport programme Indonesia dan Indonesia bus rapid transit corridor development project.
Kota Makassar akan mendapatkan bantuan hibah dari pemerintah Jerman, Inggris, dan Swiss melalui lembaga Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) untuk pengembangan bus rapid transit (BRT).
Baca juga: Makassar Dapat Kucuran Dana Asing untuk Pengembangan BRT
Plt Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Fahlevi mengatakan dana bagian hibah untuk masing-masing wilayah secara detail belum ada.
“Nanti dalam waktu dekat akan ada FGD. Nanti di situ dibahas dulu item-item apa saja yang dibutuhkan Kota Makassar untuk pengembangan BRT. Dulukan sudah ada survei, nanti akan ada study kelayakan lagi. Tapi nanti di FGD dibahas,” kata Fahlevi.
Kepala UPT Transportasi Mamminasata, Prayudi Syamsibar menjelaskan alokasi dana hibah untuk masing-masing belum dibahas. Prosesnya akan ditindaklanjuti terlebih dahulu dalam study kelayakan oleh pihak GIZ dan Kemenhub.
“Nanti alokasi dana masing-masing daerah tergantung hasil feasibilty study-nya. Jadi belum ditahu berapa Kota Makassar. Dan, harus ada juga kontribusi anggaran dari pemerintah daerah,” kata Prayudi.
Proyek pengembangan BRT ini rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai 2020 mendatang.
“November ini kita akan fasilitasi menggelar FGD untuk membahas itu. Nanti dibahas juga pemkot dan pemprov sanggupnya tangani bagian apa. Tapi pasti ada fisik, apakah masuknya untuk pengadaan halte, pembuatan jalur khusus, bahkan tidak menutup kemungkinan pengadaan bus,” jelas Prayudi.
Penulis: Miya Ramdani
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News