Wagub Sulsel Hadiri Rakor dan Sinkronisasi Program PKP 2019

Wagub Sulsel Hadiri Rakor dan Sinkronisasi Program PKP 2019

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri sekaligus memberikan sambutan di rapat koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan kawasan pedesaan (PKP) di Swiss Bell Hotel.

Rakor ini turut dihadiri Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Herlina Sulistyorini, Plt Sesditjen PKP Syahrul, dan beberapa kepala Bappeda provinsi dan kabupaten/kota.

Sudirman berterimakasih atas ditunjuknya Kota Makassar sebagai tuan rumah Rakor PKP 2019.

Pada rapat ini, Andi Sudirman menjelaskan garis besar kondisi dan situasi terkini yang terjadi di Sulsel. Serta memaparkan program prioritas tahun pertama pemerintahannya bersama Gubernur Nurdin Abdullah di Sulsel.

“Jadi salah satu program kami di tahun pertama di kabupaten/kota adalah membangun akses daerah yang terisolir salah satunya adalah Kabupaten Bone, wilayah tersebut merupakan daerah terisolir, kini sudah dapat diakses, hal tersebut dapat terwujud karena adanya koordinasi dan sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

“Kami juga mau Seko (Luwu Utara) juga seperti itu, agar yang tadi ditempuh sampai dua hingga tiga hari, kita mau bagaimana bisa agar dapat ditempuh hanya empat jam saja, dan Alhamdulillah Kementerian PUPR telah memberikan izin dan tentunya sinergitas pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Sako yang terletak di Kabupaten Luwu Utara sebagaimana diketahui, sarana transportasi untuk menuju Sako dari kecamatan terdekat, Masamba, dapat dilakukan melalui jalur udara dan atau jalur darat yang dapat menghabiskan waktu dua sampai tiga hari.

Dia berharap agar Dirjen PKP memberikan masukan atas kondisi kewilayahan di Sulsel saat ini guna memaksimalkan pembagunan di segala sektor.

Sementara Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Anwar Sanusi menuturkan, bahwa pembangunan kawasan perdesaan membutuhkan kolaborasi stakeholder agar program menjadi sasaran kebijakan pembangunan kawasan perdesaan dapat tercapai sesuai target maksimal.

Penulis: Miya Ramdani
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga