Sulitnya Bangun Masjid di Kota ‘Santri’ Parepare

SULSELSATU.com, PAREPARE – Polemik penolakan pembangunan masjid di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare belum juga usai. Persoalan umat yang terjadi sejak Agustus itu terkesan jalan di tempat dan tidak membuahkan hasil.
Keseriusan jajaran pemerintah daerah, termasuk kecamatan, Kesbangpol, FKUB dan Kemenag dipertanyakan dalam menangani persoalan tersebut. Pasalnya, tidak ada sikap tegas yang berani ditunjukkan pengambil kebijakan, padahal sudah berulangkali melakukan rapat, bahkan telah audiens dengan Walikota.
Warga Ujung, Rifal mengatakan, terkait persoalan penolakan pembangunan masjid, sikap pemerintah yang mesti dipertanyakan.
“Kalau persoalan ini berlarut-larut, justru daerah kita jadi bahan lucu-lucuan. Masa sulit bangun masjid di tempat yang katanya disebut-sebut sebagai kota santri dan ulama, ini kan lucu,” kata dia.
Terpisah, Ketua Pembangunan Masjid, AKBP Purn Andi Djenne mengaku, telah melayangkan surat kepada Wali Kota Parepare Taufan Pawe, terkait penolakan masjid yang ia ingin bangun.
“Saya sudah bawa surat ke Rujab, untuk Pak Wali. Bangun masjid di tanah sendiri dan biaya sendiri sudah lama saya niatkan, saya mohon jangan dihalangi,” katanya.
Camat Bacukiki Barat, Fitriany mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pendekatan kepada warga yang menolak.
“Mungkin ini bagian dari usaha kami untuk menyelesaikan polemik yang ada, berikan kami kesempatan dulu untuk memproses. Masih ada beberapa proses selanjutnya yang akan kami lalui, nanti diinfokan. Selanjutnya kita tetap melakukan pendekatan kepada warga yang menolak,” jelasnya.
Diketahui, penolakan pembangunan masjid di Lumpue telah berpolemik selama tiga bulan. Sejak Agustus hingga saat ini yang belum menemui titik terang.
Penulis: Andi Fardi
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News