Logo Sulselsatu

Disdag Makassar Ingin Kembalikan Kejayaan Tenun Lontara

Asrul
Asrul

Senin, 18 November 2019 20:57

Disdag Makassar Ingin Kembalikan Kejayaan Tenun Lontara

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir bertekad mengembalikan kejayaan tenun khususnya tenun lontara yang pernah ada di Kota Makassar.

“Kita ingin mengembalikan lagi kejayaan tenun-tenun lontara yang pernah ada di Makassar,” katanya, saat ditemui di Hotel Ramedo, Makassar, Senin (18/11/2019)

Melalui pelatihan, Yasir berharap kerajinan tenun khususnya yang berciri khaskan lontara dapat terpelihara.

Baca Juga : Disdag Sebut Pusat Perbelanjaan Bisa Buka, Asal Terapkan Protokol Kesehatan

Menurutnya, menenun adalah proses yang rumit sehingga pengerjaannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk itu, pembinaan industri tenun yang dihelat selama 24 hari ini dilaksanakan semaksimal mungkin agar outputnya optimal.

Sponsored by MGID

“Waktunya lumayan lama, karena ini tenun. Proses menenun itu adalah proses yang rumit dan canggih,” kata Yasir.

“Jadi, bersyukurlah kita selama ini kalau kita memakai kerajinan tenun padahal bisa saja kita memakai kerajinan tenun tapi kita tidak pernah mengetahui bagaimana proses sehingga bisa menjadi sebuah kain tenun,” tambahnya lagi.

Baca Juga : Jelang Natal dan Tahun Baru, Disdag Makassar Pantau Harga Bahan Pokok

Dengan dihelatnya pembinaan industri tenun ini, kata Yasir, setiap perwakilan kecamatan dapat diterima oleh pemerintah setempat untuk membuat kelompok tenun di kecamatannya masing-masing.

“Setelah mereka membuat kelompok, di situ lagi Dinas Perdagangan melakukan pengawalan sehingga memang 24 hari itu mereka teken kontrak tidak boleh 1 hari pun mereka tidak hadir,” tuturnya.

Yasir berharap, kegiatan binaan industri tenun ini tidak dilewatkan oleh peserta, agar pembinaan ini dapat menciptakan kader-kader yang paham, berusaha paham dan berusaha dipahamkan.

Baca Juga : Disdag Tutup Tiga Gudang dalam Kota di Jalan Ade Irma

“Bagaimana kita tekankan, bagaimana ketika mereka kembali ke kecamatannya membuat kelompok kelompok itu. Jadi mereka itu tidak boleh main-main ikut di dalam karena ada suatu proses yang mereka tidak tahu padahal proses yang satu dengan proses lainnya saling berkaitan erat,” pungkasnya.

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 Desember 2021 11:37
Transaksi Agen BRILink Tembus Rp1.000 Triliun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di tengah maraknya digitalisasi di sektor keuangan, peran AgenBRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tet...
Lifestyle03 Desember 2021 22:46
Rajai Penjualan PT SJAM, Desain Keren dan Futuristik Jadi Pemikat Utama
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Selama tahun 2021 ini, Nmax jadi motor terlaris dalam penjualan PT Suracojaya Abadimotor (SJAM). Total, sudah ada 32....
Makassar03 Desember 2021 21:36
Peringatan Hari Ibu, Indira Jusuf Ismail Sampaikan Makna Hari Ibu
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, mengingatkan kembali akan makna hari ibu kepada generasi muda pada m...
Sponsored by MGID
Adventorial03 Desember 2021 21:03
Loker RS dr HAH Parepare, Taufan Pawe : Pendaftar Sudah 21.894, Yang Dibutuhkan Hanya 100 Orang
SULSELSATU.com, Parepare — Pendaftar lowongan kerja bagi formasi PTT non ASN di Rumah Sakit Regional dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare capai ...