Dinilai Tak Komitmen, Danny Ditinggal Parpol Pendukungnya di Pilwali Lalu

Dinilai Tak Komitmen, Danny Ditinggal Parpol Pendukungnya di Pilwali Lalu
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bakal calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akan ditinggal partai pendukungnya saat Pilwali 2018 lalu, penyebabnya karena mantan orang nomor satu di Makassar itu dinilai tidak komitmen.
 
Partai Demokrat, Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partai pendukung Danny-Indira kala itu mengambil ancang-ancang untuk tidak mengulang kesalahan yang sama di Pilwali 2020 mendatang.
 
Ketiganya kecewa dengan sikap Danny yang tidak komitmen dalam membesarkan partai pendukungnya di Pileg 2019 lalu. Itu terungkap dalam diskusi yang digelar Komunitas Wartawan Politik Sulsel bertema Arah Parpol dan Elit Politik Sulsel di Pilwalkot Makassar di Warkop 212 Toddopuli, Ahad (8/12/2019).
 
“Kami banyak berdebat soal siapa-siapa yang patut diusung, dan mayoritas teman-teman (PSI) mengatakan jangan mi lagi itu (Danny). Kita tidak mau terulang kasus kemarin. Makanya yang paling utama adalah komitmen bersama PSI. Bagaimana calon ini mensupport PSI untuk momentum politik di kemudian hari,” kata Ketua DPD PSI Kota Makassar, Affandi Ibrahim.
 
Affandi yang akrabnya disapa Pablo ini juga memastikan bahwa meski partainya tidak mengantongi kursi di parlemen, namun mesin dan jaringan partainya siap memenangkan calon wali kota usungannya.
 
Tidak berbeda jauh, Sekretaris DPD Perindo Makassar, Muhammad Sultan juga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Danny. Perindo rupanya telah dijanji kursi oleh Danny dalam perjalanan Pilwali 2018 lalu, namun diingkari pada Pileg 2019.
 
“Ketika Perindo menjatuhkan dukungan ke Danny Pomanto, Perindo dijanji kursi. Tetapi dalam perjalanan Pileg 2019, Danny membranding Makassar jadi NasDem di semua kecamatan dan kelurahan. Benar Danny menitipkan istrinya ke Perindo, tapi dalam kenyataannya Danny tidak pernah mempromosikan istrinya untuk Perindo,” ujar Sultan.
 
Dia menegaskan, dua kursi Perindo di DPRD Kota Makassar murni merupakan hasil kerja keras caleg dan kader Partai Perindo. Bukan bantuan dari Danny Pomanto selaku wali kota pada saat itu.
 
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali juga mengungkapkan kekecewaan terhadap komitmen Danny Pomanto. Demokrat sudah dua kali mensupport Danny di Pilkada, yakni pada Pilwali 2013 dan 2018.
 
“Kita bahkan memilih bekerja untuk kolom kosong saat Danny didiskualifikasi. Kita komitmen tidak menyeberang ke kubu sebelah,” tutur Wakil Ketua DPRD Makassar itu.
 
Penulis: Asrul
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga