Dinas Perkebunan Lutra Dorong Petani Lakukan Peremajaan Kebun Kelapa Sawit

SULSELSATU.com, LUTRA – Program peremajaan atau replanting perkebunan kelapa sawit rakyat resmi dimulai. Salah satu penerima program ini adalah Kabupaten Luwu Utara.
Bupati Luwu Utara yang di wakili oleh kepala dinas tanaman pangan, Holtikultura dan perkebunan Armiady mengatakan, Kelapa Sawit merupakan sektor pertama penopang pertumbuhan perekonomian di kabupaten Luwu Utara.
Untuk tetap mendorong pertumbuhan itu, kita harus menjaga produktifitas tanaman yang ada seperti dengan melakukan replanting atau peremajaan kebun kelapa sawit, sebab melihat kondisi di lapangan banyak lahan yang saatnya di remajakan.”Ungkap Armiady.
Alhamdulillah tahun ini Pemkab Luwu Utara menerima program replanting, sehingga kita mendorong kelompok tani untuk meremajakan Tanaman mereka, dan semua itu ditanggung oleh pemerintah.
“Jumlahnya Rp 25 juta per hektar dan itu di transfer langsung ke rekening masing-masing kelompok, Selain bantuan dana, pemerintah juga memberikan bantuan benih kelapa sawit berkualitas sehingga hasil panen bisa meningkat.
” ujarnya dalam acara penanaman perdana program peremajaan kebun kelapa sawit rakyat di Desa rampoang, kecamatan tanalili, Sabtu (07/12/2019).
Sementara dari sisi hilir, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan besar kelapa sawit yang ada di Luwu utara untuk menampung hasil perkebunan kelapa sawit, Dengan begitu petani sawit tidak susah untuk menjual hasil panennya,” tandasnya.
Peremajaan kebun kelapa sawit juga melibatkan perbankan nasional. Diharapkan perbankan akan ikut memberikan bantuan kepada petani sawit melalui pinjaman.
Terkait dengan pemanfaatan dana bantuan peremajaan kebun kelapa sawit tahun 2018 yang di realisasikan seluas 1645 Ha, sementara tahun 2019 realisasi hingga saat ini yaitu 600 Ha.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala kejaksaan negeri Luwu Utara, kepala bidang perkebunan provinsi Sulsel, Pimpinan BRI cabang Masamba, Pimpinan BNI, serta perwakilan APKASINDO. (rls)
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News