Iqbal Suhaeb Launching Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Makassar

Iqbal Suhaeb Launching Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb melaunching peta ketahanan dan kerentanan pangan (Food Security and Vulnerability Atlass-FSVA), Selasa (31/12/2019).

Launching berlangsung di Hotel Aerotel Smile disaksikan langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Sri Sulsilawati dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel Fitriani MP. 

Iqbal menjelaskan berdasarkan UU Nomor18 Tahun 2012 tentang Pangan dan PP Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi mengamanatkan pemerintah berkewajiban membangun dan menyusun serta mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi yang terintegritasi.

“Peta ini lahir atas kerja sama lintas sektor pada tanggal 30 Oktober 2019 yakni Kementan, Kemendagri, Kemensos, Kemenkes, Kemendes PDT, Kementerian PUPR dan Lemhanas dengan tujuan meningkatkan sinergi program di daerah rawan pangan dan stunting,” kata Iqbal.

Selain itu lanjut Iqbal, meningkatkan pertukaran data dan informasi terkait kerawanan pangan serta konvergensi pencegahan dan penurunan stunting.

Menurutnya, FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan, sehingga dapat diketahui di mana wilayah yang terindikasi rentan terhadap rawan pangan, serta faktor apa saja yang menyebabkan keadaan tersebut.

Hasil rekomendasi FSVA dapat dijadikan sebagai acuan penyusunan kebijakan dan program ketahanan pangan.  

Adapun Kecamatan  yang masuk kategori prioritas dan rentan rawan pangan dan gizi yakni Kecamatan Tallo, Mariso, Mamajang, Makassar, dan Panakukkang. 

Indikator utama pada wilayah yang rentan tersebut adalah tingginya rasio konsumsi terhadap ketersediaan pangan, tingginya prevalensi balita stunting, tingginya angka putus sekolah pada wanita usia 15 tahun ke atas, serta masih rendahnya jumlah tenaga kesehatan per kepadatan penduduk.

“Penanganan kerentanan pangan tentunya perlu diarahkan kepada daerah-daerah rentan dengan fokus pada faktor penyebab utama,” pungkas Iqbal. 

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga