Survei: 52,75 Persen Warga Makassar Tidak Puas dengan Kinerja Danny Pomanto

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Langkah calon petahana, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) untuk kembali merebut kursi Walikota Makassar sepertinya tidak didukung publik. Sebagian besar publik justru menginginkan figur pemimpin baru.
Postulat ini merujuk pada hasil riset PT General Survei Indonesia (GSI). Sebanyak 68,83 persen warga Makassar mengidamkan figur walikota baru, sementara hanya 18,72 persen warga yang masih menginginkan kepemimpinan figur lama. Sisanya 12,45 persen responden tidak menjawab.
“Jadi masyarakat Makassar menyimpulkan bahwa mereka memang butuh figur baru untuk duduk di kursi kepemimpinan Kota Makassar ke depan. Penyebabnya sangat terkait dengan tingkat kepuasan publik yang rendah,” kata Direktur Eksekutif PT GSI, Herman Lilo dalam diskusi di Warkop 212 Toddopuli, Minggu (5/1/2020)
Riset ini digelar pada 8-18 November 2019 kemarin dengan melibatkan 880 responden yang tersebar secara proporsional di 15 kecamatan serta margin of error 3,8 persen.
Menurut riset ini, kepuasan publik terhadap kinerja Danny Pomanto rendah pada masalah penangangan banjir, kemacetan, dan pengangguran. Hanya 33,36 persen masyarakat yang puas terhadap penanganan banjir, sementara 52,75 persen tidak puas. Sisanya 13,89 persen tidak jawab/tidak tahu.
Di sektor penanganan kemacetan hanya 32,91 persen masyarakat yang puas, dan 53,05 persen tidak puas. 14,04 persen tidak menjawab. Pada sektor penanganan pengangguran tingkat kepuasan masyarakat juga rendah, yakni hanya 35,60 persen. Sementara masyarakat yang tidak puas sebesar 51,65 persen. Sisanya 12,75 persen tidak tahu/tidak jawab.
“Penanganan kebersihan sendiri masyarakat cukup puas, namun sebagian besar mengkritik program iuran sampah sebagai program yang memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah,” lanjutnya.
Sebanyak 44,59 persen masyarakat tidak setuju dengan program iuran sampah, dan hanya 40,76 persen yang mengatakan setuju. 14,65 persen sisanya tidak menjawab.
Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News