Logo Sulselsatu

APPI: Perusahaan Leasing Tetap Bisa Tarik Barang Secara Sepihak

Asrul
Asrul

Selasa, 14 Januari 2020 21:58

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penarikan barang kredit macet secara sepihak. Menurut dia, putusan MK itu tidak serta merta membatasi pergerakan leasing.

Menurut Suwandi, putusan Sidang Pengucapan Putusan Nomor 18/PUU-XVII/2019 dalam perkara pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UUJF) hanya memperjelas tata cara penarikan barang kredit.

“Eksekusi itu tetap boleh meski ada tapinya,” kata Suwandi, seperti dilansir CNNIndonesia, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga : Tok, MK Tolak Gugatan UU Pernikahan Beda Agama

Diketahui aturan yang dipersoalkan sehingga harus berproses di MK yakni Pasal 15 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) yang dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28H ayat (4).

MK menyatakan tata cara penarikan barang kredit bermasalah oleh leasing tidak ada selama ini. Atas hal itu kerap muncul pemaksaan atau kekerasan dari debt collector atau pihak yang mengaku mendapat kuasa dari leasing untuk menagih pembayaran.

“Jika terjadi cedera janji atau wanprestasi, eksekusi jaminan fidusia tidak boleh dilakukan sendiri oleh penerima fidusia [kreditur], melainkan harus dengan mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri,” tulis MK.

Baca Juga : VIDEO: Tarik Motor Kredit Macet, Kantor Finance di Karawang Dihancurkan Massa

Suwandi mengatakan leasing tetap bisa melakukan eksekusi sendiri dengan memberi mandat kepada penagih hutang jika penunggak benar-benar dinyatakan gagal bayar atau wanprestasi. Selain itu bisa juga dilakukan jika nasabah penunggak terbukti cedera janji.

Menurut dia bila dua poin tersebut terpenuhi, tidak mungkin penunggak menolak kendaraannya ditarik secara sukarela. Oleh sebab itu eksekusi bisa dilakukan secara sendiri, tanpa pengadilan.

“Saat kredit kendaraan itu ada juga tandatangan jaminan fidusia. Maksudnya berjanji kalau nanti gagal bayar, bangkrut, itu tidak bisa bayar wanprestasi. Terus dikunjungi tapi tidak bayar juga, namanya cedera janji, kalau sudah gitu masa iya tidak mau sukarela menyerahkan,” ungkapnya.

Baca Juga : TP ke Appi: Menangkan Pemilu 2024 di Makassar

Suwandi mengatakan eksekusi tidak bisa dilakukan jika ada ketidaksepahaman antara leasing dan penunggak cicilan.

Dia mencontohkan terdapat nasabah yang disebut belum membayar, tapi fakta di lapangan sudah melunasi tunggakan lewat penagih hutang. Ia mengatakan berarti itu ada masalah pada internal leasing.

“Berarti itu tidak terlambat, misal duit ditilep sama kolektor. Kalau itu terjadi itu tidak bisa dieksekusi, nah itu harus lewat penetapan pengadilan. Penetapan, bukan keputusan pengadilan,” ucapnya.

Baca Juga : TP ke Appi: Menangkan Pemilu 2024 di Makassar

“Jadi yang dimaksud MK itu yang ke pengadilan adalah orang yang secara berkeadilan mereka tidak wanprestasi dan cedera janji,” katanya lagi.

Mengutip situs resmi MK terkait putusan tersebut, jika penunggak telah mengakui adanya cedera janji dan dengan sukarela menyerahkan benda yang menjadi objek dalam perjanjian fidusianya, leasing punya kewenangan penuh melakukan eksekusi sendiri.

Tetapi jika penunggak tidak mengakui cedera janji dan keberatan untuk menyerahkan secara sukarela benda yang menjadi objek dalam perjanjian fidusia, maka leasing tidak boleh melakukan eksekusi sendiri.

Baca Juga : TP ke Appi: Menangkan Pemilu 2024 di Makassar

Buat menyelesaikan hal itu, leasing harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri sehingga hak konstitusional (penunggak) debitur dan kreditur (leasing) terlindungi secara seimbang

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video01 Februari 2023 23:10
VIDEO: Nanas Unik, Punya 13 Buah dalam Satu Pohon
SULSELSATU.com – Media sosial dihebohkan dengan pohon nanas unik. Video tersebut diduga terjadi di Sumatera. Dalam video terlihat pohon nanas un...
Video01 Februari 2023 22:11
VIDEO: Timsel Bawaslu Sulsel Beri Ruang Spesial Bagi Kandidat Perempuan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Timsel Calon Bawaslu Sulsel membuka pendaftaran calon anggota Bawaslu Sulsel mulai tanggal 10-20 Februari 2023. Sekre...
Metropolitan01 Februari 2023 21:11
Bappeda Makassar Gelar Annual Meeting Bahas Pengolahan Sampah Jadi Energi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar menggelar Annual Meeting Indonesian Coalition for Waste ...
Video01 Februari 2023 21:01
VIDEO: Pare-pare Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Titik Tergenang Banjir
SULSELSATU.com, PARE-PARE – Kota Pare-pare banjir akibat dilanda hujan dengan itensitas sedang hingga lebat, Rabu (1/2) malam. Dalam video terli...