iklan Kareba Parlementa

Kajati Diminta Evaluasi Kinerja Kejari Parepare

Iklan Humas SulSel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pengacara Senior Faisal Silenang meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk melakukan evaluasi kepada Kejaksaan Negeri Parepare dalam perkara penanganan korupsi kasus pengadaan obat dan alat habis pakai di Rumah Sakit Andi Makassau.

Ical sapaan akrab Faisal Silenang menduga adanya framing yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam mengusut kasus ini, dimana Kliennya yakni Muhammad Syukur yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) disamakan vonisnya dengan dua orang terdakwa lainnya yakni Muhamad Yamin (Direktur Utama RS) dan Taufiqqurahman (Bendahara RS).

“Padahal dalam teori hukum, setiap orang di hukum berdasarkan dengan perbuatan masing-masing, tidak disamakan, bagaimana caranya Jaksa memukul rata dengan menuntut ketiganya dengan penjara 1 tahun 6 bulan,” ungkapnya.

Dalam kasus ini Ical mengatakan kliennya tidak ada sangkut pautnya dalam pencairan uang rumah sakit, karena kata Ia kewenangan kliennya hanya sebagai juru ketik.

“Jadi begini rencana kebutuhan obat bulanan itu disusun oleh kepala instalasi farmasi bernama Dzuldihadi Suaib Said, nah setelah ada persetujuan dari Wakil Direktur RSUD Andi Makkasau yakni dr Reni yang sekarang menjabat Direktur, barulah diajukan pada klien saya selaku PPK,” ujarnya.

Lebih lanjut oleh kliennya, kemudian mengetik semua rencana kebutuhan obat hasil persetujuan kedua pihak tersebut dalam permohonan permintaan obat pada sejumlah distributor.

“Jadi tidak ada perannya ini Abdul Syukur dalam pencairan uang rumah sakit sebagai mana yang disangkakan oleh Jaksa, dia wewenangnya hanya merekap dan membuat persedian obat, persoalan pembayaran itu bukan kewenangan Abdul Syukur,” ungkapnya.

“Jadi sesuai dalam pledoi saya, saya meminta hakim mempertimbangkan bahwa klien saya hanya berperan ibarat jasa juru ketik komputer saja,” sambungnya.

Kendati begitu mejelis kata dia sama sekali tidak mempertimbangkan persoalan peranan tersebut dan menyamakan semua pertimbangan pada tiga orang terdakwa.

“Itulah saya merasa lucu, karena ketiga orang terdakwa faktanya jelas memiliki jabatan dan perbuatan berbeda, satu direktur selaku KPA, satunya lagi bendahara satu lagi klien saya PPK, kan tidak sesuai dengan teori hukum yang menyatakan bahwa setiap orang dihukum atas perbuatannya sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, Faisal juga mengaku sangat kecewa lantaran hakim tidak mencermati kesalahan JPU yang gagal mengikuti perkembangan hukum terbaru, lantaran masih merujuk pada Permendagri No 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan BLUD, sementara telah keluar peraturan yang baru yakni Permendagri No 79 Tahun 2018 tentang BLUD.

Kata dia dalam Permendagri No 79 Tahun 2018 tentang BLUD tersebut dalam pasal 98 menyatakan “Apabila terjadi kerugian negara dalam BLUD yang disebabkan oleh perbuatan melawan hukum atau kelalaian seseorang maka harus dilakukan proses penggantian kerugian negara merujuk pada peraturan perundang-undangan”.

“Nah peraturan itu ada pada peraturan pemerintah No 38 tahun 2016, disitu dijelaskan ada majelis penggantian kerugian negara, sementara klien saya sama sekali tidak pernah dirujuk ke majelis tersebut, malah klien saya ditersangkakan 17 Desember pada tahun 2019 dimana jelas-jelas Permendagri No 79 Tahun 2018 sudah keluar karena telah diundangkan sejak 4 September 2018,” pungkasnya.

Selain itu Ia juga menyeroti perilaku jaksa yang tidak memasukan kaburnya dr Yamin dan Taufiqurahman ketika telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Padahal itu kan seharusnya dimasukan dalam pertimbangan untuk memberatkan hukuman kedua terdakwa, dan meringankan klien saya karena sejak awal ia koperatif, untuk itu saya meminta kepada Kajati dan Aspidsus untuk mengevaluasi Kejari Parepare,” tutupnya.

Editor: ANDI

Iklan PDAM
...

Populer

Polres Jeneponto Ungkap Motif Tewasnya Pemuda Asal Bantaeng

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Pihak kepolisian Polres Jeneponto berhasil mengungkap motif tewasnya Rendy Sacada (23) pemuda asal Jl, Raya Lanto nomor 21, Tappanjeng, Kabupaten Bantaeng...

6 Kerajaan Tertua di Indonesia

SULSELSATU.com - Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak kerajaan pada jaman dahulu. Kerajaan-kerajaan tersebut pernah jaya pada masanya dan kini kita hanya bisa...

Menangkan Pertarungan Tahap Pertama, KPU Tetapkan Irman – Zunnun Diusung 15 Kursi dari Tiga Parpol

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar secara resmi menetapkan Irman Yasin Limpo - Andi Zunnun Armin NH, sebagai Calon Wali Kota dan...

OPINI: Tantangan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Triliana s. Utina (Mahasiswa Universitas Gorontalo) Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dunia mendefinisikan makna hidup, penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin hari semakin meningkat menjadi...

Enam Staf Positif Covid-19, Pelayanan di DPMPTSP Jeneponto Tutup Sementara

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jeneponto yang berada di Jl Ishak Iskandar ditutup sementara. Penutupan pelayanan di...

7 Jurus Menghadapi Orang yang Benci Sama Kita

SULSELSATU.com, Setiap orang yang membenci kita memiliki alasannya masing-masing. Bisa jadi karena kita terlalu berlebihan, kita memiliki sikap dan sifat yang tidak disukai oleh...

Catat! Berikut Menu Diet Seminggu yang Ampuh

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Baik Diet OCD maupun Diet Mayo, Bagi Sahabat Sehat yang sedang berniat untuk diet, tak ada salahnya untuk mengadopsi gaya hidup...

VIDEO: Viral, Sebuah Kuburan Keluarkan Darah Segar dan Bau Amis

  SULSELSATU.com - Sebuah makam yang dipenuhi oleh cairan berwarna merah yang diduga darah viral di media sosial, Minggu (20/9). Dalam video terlihat makam itu amblas...

PK Diterima, Vonis Bebas Widya Inkracht

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Widyastuti yang terpaksa menjalani penahanan dalam kasus dugaan...

Artikel Lainnya

Polda Tangkap Remaja Spesialis Jambret di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Billy Formula alias Billy tidak dapat mengelak saat...

Sambut Tahun Baru 2019, Gubernur Serukan Sulsel Bertasbih

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar doa dan zikir...

Hadiri Mubes ke V IKMP, Ini Harapan Taufan Pawe

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Dengan kesibukan yang sangat padat dalam menjalankan aktivitas...

130 Siswa Kids Star School Kunjungi Naval Museum Lantamal VI

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sebanyak 130 siswa-siswi Kids Star School dari Yayasan...

Pemkot Parepare Anggarkan Rp6,7 Miliar untuk Penanganan Covid-19

SULSELSATU.com, PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare menunjukkan keseriusan menangani pandemi...

Terkini

VIDEO: Utang Belum Dilunasi, Anak Kandung di Ponorogo Tega Robohkan Rumah Milik Ibunya

    SULSELSATU.com - Seorang anak tega merobohkan rumah ibu kandungnya sendiri viral...

Banner Askar-Pipink Berkibar di Laut dan Gunung

SULSELSATU.com, BULUKUMBA - Berbagai cara dilakukan Tim, Relawan, juga simpatisan untuk...

VIDEO: Pidato Presiden Jokowi di Sidang PBB

SULSELSATU.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB,...

Buka Forum OSOA, Sekprov Dorong Inklusi Ekonomi Nasional

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat...

Rudy Tegaskan Belum Izinkan THM dan Panti Pijat Beroperasi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menegaskan jika...