Ibu Asal Kolaka Ini Gagal Ikut Tes CPNS di Sinjai, Ini Masalahnya

Ibu Asal Kolaka Ini Gagal Ikut Tes CPNS di Sinjai, Ini Masalahnya

SULSELSATU.com, SINJAI – Hari pertama pelaksanaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sinjai digelar di Aula Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA), Selasa (11/2/2020).

Pada kesempatan itu tiga peserta tidak ikut tes dikarenakan terlambat dan tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli.

Salah satu peserta ini, yakni Indrayani. Dia mengaku terlambat karena harus menyusui anaknya terlebih dahulu.

“Saya terlambat karena tadi anakku menangis pak, jadi saya kasi asi dulu,” katanya.

Dengan nada kecewa, Indrayani mengaku jauh-jauh datang dari Kolaka untuk mengikuti tes CPNS ini, tetapi harus menerima kenyataan tidak mengikuti ujian karena terlambat datang dari waktu yang telah ditentukan oleh pihak panitia seleksi nasional, dalam hal ini BKN pusat.

“Di sini saya tinggalnya di Tongke-tongke, tetapi saya dari Kolaka ke Sinjai untuk ikuti ujian. Perasaan kecewa itu pasti ada pak, tapi mau diapa, mungkin belum rezeki saya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDMA Sinjai, Lukman Mannan mengatakan bahwa pelaksanaan ujian tes CPNS hari pertama ini ada peserta yang terlambat datang dan ada pula yang tidak hadir. Kemudian ada juga yang tidak membawa alat bukti dirinya seperti KTP asli yang menjadi persyaratan utama dari pada panitia seleksi nasional atau BKN pusat.

“Untuk peserta ujian yang terlambat ini, itu sistem yang menghentikan sehingga peserta tidak dapat mengikuti tes. Seperti yang disampaikan oleh pihak BKN bahwa jika terlambat sedikit sudah tidak bisa mengikuti ujian, karena waktu registrasi sudah tertutup dan pelaksanaan ujiannya tepat waktu,” kata Lukman.

Kemudian sebelum pelaksanaan ujian kata Lukman, masih ada arahan di dalam.

“Makanya di pengumuman itu disampaikan kepada peserta bahwa satu jam dari jadwal sebelum pelaksanaan ujian, peserta sudah harus hadir. Karena masih banyak rangkaian yang harus dilakukan yakni mulai dari penyimpanan barang bawaan, absensi, pengecekan body, resgistrasi dan kemudian menunggu di ruang virtual panggilan untuk ujian,” katanya.

Lukman menambahkan, pelaksanaan ujian di hari pertama ini kendala yang ada yaitu karena adanya peserta yang terlambat dan ada juga yang tidak membawa KTP asli.

“Kita panitia seleksi daerah hanya sekadar memfasilitasi, semua keputusan ada di pihak BKN yang katanya sesuai dengan SOP dan diatur oleh Permenpan, sehingga peserta yang terlambat dan yang tidak membawa KTP aslinya tadi tidak diikutkan ujian,” kata dia.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga