BPS Rilis Pertumbuhan Ekonomi Parepare Meningkat Tahun 2019

SULSELSATU.com, PAREPARE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare merilis pertumbuhan ekonomi di Parepare pada tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kantor BPS Kota Parepare, Guruh Wahyu menjelaskan, perekonomian Parepare berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2019 mencapai Rp7,23 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp4,95 triliun sedangkan PDRB perkapita tercatat Rp49,8 juta.
“Pendapatan perkapita suatu daerah diperkirakan melalui PDRB perkapita masing-masing, untuk Kota Parepare tahun 2019 mencapai Rp49,8 juta. Dibandingkan tahun 2018, pendapatan ini tumbuh sebesar 8,4 persen, di mana sebesar Rp45,94 juta,” ujarnya, Selasa (3/3/2020).
“Jika dibandingkan kabupaten disekitarnya, maka Parepare menempati urutan kedua terbesar PDRB perkapita yang didahului Kabupaten Pinrang sebesar Rp52,05 juta pada tahun 2019,” kata Guruh.
Menurutnya, ekonomi Kota Parepare Tahun 2019 tumbuh sebesar 6,65 persen. Tumbuh menguat dibandingkan tahun lalu sebesar 5,58 persen. Pertumbuhan ini disebabkan beberapa lapangan usaha, di antaranya yang paling tinggi adalah administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 14,44 persen.
Pertumbuhan tersebut kata dia, dikarenakan perkiraan penyusutan realisasi anggaran pemerintah pusat sampai daerah naik sebesar 31,88 persen, yang kedua tumbuh lebih cepat adalah lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 8,98 persen. Kemudian industri pengolahan sebesar 8,23 persen, lalu jasa lainnya 7,94 persen dan yang terakhir konstruksi sebesar 7,54 persen.
“Struktur perekonomian Parepare tahun 2019 masih didominasi lima lapangan usaha yaitu, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 16,09 persen, konstruksi 15,70 persen, real estat 9,91 persen, administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial wajib 9,14 persen dan jasa keuangan 8,32 persen,” bebernya.
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan, pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinannya tidak terlepas dari konsep teori telapak kaki dan menghadirkan industri tanpa cerobong asap, sesuai visi misi wali kota dan wakilnya.
“Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini merupakan wujud nyata kinerja pemerintah, di mana menghadirkan Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap, khususnya di bidang jasa dan pelayanan,” ujarnya.
Penulis: Andi Fardi
Editor: Kink Kusuma Rein
Cek berita dan artikel yang lain di Google News