Sering Begadang Wanita Sulit Hamil, Mitos Atau Fakta?

SULSELSATU.com – Masyarakat Indonesia khususnya orangtua tradisonal atau masih lekat dengan tradisi dan mitos masih menjadikan hal yang patut diterapkan.
Meski semakin moderen, beberapa masih percaya dengan berbagai mitos terkait seorang perempuan yang belum hamil misalnya bulu kucing bisa buat wanita sulit hamil, realitasnya dokter spesialis obestetri dan gineokologi dr Yassin Yanuar Mohammad, menjelaskan informasi tersebut adalah mitos.
Namun apakah mitos atau fakta jika seorang wanita yang sering begadang membuatnya sulit hamil?
Dilansir dari Kumparan.com, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Upik Anggraheni, SpOG, beberapa penelitian memang menunjukkan adanya keterkaitan antara begadang dan gangguan kesuburan wanita.
Sering begadang dapat memicu beberapa hal sebagai berikut :
1. Meningkatkan Stres
Sering begadang, menurut dr. Upik, akan memicu kenaikan hormon kortisol yang membuat tubuh Anda merasakan stres. Nah, hal itu bisa membuat seorang wanita sulit hamil.
2. Memicu Obesitas
Ketika begadang, kadar leptin pun menjadi tinggi, Moms. Leptin merupakan hormon yang memicu rasa haus dan lapar, jadi bila Anda tiba-tiba merasa lapar di tengah malam, hormon inilah penyebabnya.
Mengonsumsi makanan tengah malam juga bisa meningkatkan risiko obesitas. Obesitas sendiri punya dampak berbahaya bagi wanita, sebab bisa meningkatkan kadar hormon estrogen dan menyebabkan gangguan ovulasi.
3. Menurunkan Kadar Melatonin
Melatonin adalah hormon yang diproduksi di kelenjar pineal, yaitu sebuah kelenjar endokrin kecil yang terletak di pusat otak, dan berperan dalam regulasi fungsi biologis tubuh atau ritme sirkadian. Kkurangan hormon melatonin bisa menyebabkan insomnia, tidur menjadi tidak nyenyak, pembesaran prostat, depresi, kelelahan, siklus haid tidak teratur, gelisah, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung.
“Gangguan tidur juga bisa menurunkan kadar melatonin yang berfungsi sebagai protektor sel telur terhadap stres oksidatif. Sehingga rendahnya kadar hormon ini dapat menurunkan kualitas sel telur,” kata dr. Upik seperti yang dikutip dari Kumparan.com
4. Mengganggu Kegiatan Seks
Dalam sebuah penelitian Kalmbach, durasi tidur sangat berkaitan dengan hasrat seksual dan respons genital seseorang. Setiap peningkatan 1 jam dalam total waktu tidur akan meningkatkan 14 persen peluang aktivitas seksual pasangan. Selain itu, sebuah penelitian terhadap perawat yang bekerja shift malam setidaknya 7 kali dalam sebulan diketahui berpotensi mengalami gangguan haid 2 kali lipat dibandingkan wanita yang bekerja pada shift siang.
“Dan bekerja lebih dari 40 jam seminggu diketahui berkorelasi dengan 20 persen waktu tunggu kehamilan lebih lama,” ujar dokter yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah IVF, Jakarta Selatan ini.
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News