Forkopimda Parepare Sinergi Cegah Penyebaran Covid-19

SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare tidak berhenti bekerja demi mencegah penularan virus Corona (Covid-19) di Parepare.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe di hadapan Forkopimda dan jajaran Pemkot Parepare dalam rapat koordinasi penanganan Corona di ruang pola Kantor Wali Kota Parepare.
Menurut Taufan, sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Parepare untuk mencegah laju penularan Corona, termasuk menurunkan tim petugas penyemprot disinfektan mensterilisasi semua area di Parepare.
“Kami tidak akan pernah berhenti secara rutin melakukan sterilisasi secara umum di Kota Parepare dengan penyemprotan desinfektan,” kata Taufan dalam rapat koordinasi.
Langkah Pemkot Parepare didukung penuh oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dukungan pengamanan diungkap oleh Kapolres Parepare, AKBP Budi Susanto.
“Kami selalu melaporkan kepada Bapak Kapolda perkembangan virus Corona di Parepare. Bapak Kapolda meminta tetap berkoordinasi dengan pemerintah kota setempat. Itu karena kerentanan ada pelabuhan di Parepare,” ujar Budi.
Dandim 1405 Mallusetasi yang diwakili Danramil Bacukiki, Kapten Inf Basri memberikan dukungan sama. “TNI siap memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Parepare,” kata Basri.
Support dari sisi hukum atau regulasi datang dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare, Amir Syarifuddin. “Saya selaku pimpinan kejaksaan di Kota Parepare, dari sisi hukum dan regulasi yang dibuat pemerintah daerah, saya mendukung penuh. Termasuk tindakan-tindakan tegas yang diambil pemerintah daerah dalam mencegah penularan virus Corona, saya mendukung penuh,” jamin Kajari.
Dari sisi penganggaran, Ketua DPRD Parepare, Hj Andi Nurhatina Tipu mengaku segera rapat pimpinan DPRD untuk menjadwalkan melalui Bamus pertemuan Banggar DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahas masalah penganggaran penanganan Corona.
“Sudah ada Permendagri nomor 20 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan yang menginstruksikan semua Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk mempercepat penganggaran penanganan Corona,” terang Nurhatina.
Rapat koordinasi ini dibuat model social distancing (pembatasan sosial atau menjaga jarak), karena duduk antar peserta rapat ada jarak. Para peserta rapat pun menggunakan alat pelindung diri berupa masker pencegah virus.
Hingga Senin, 23 Maret 2020, kasus virus Corona di Indonesia sudah mencapai angka 579, dengan 49 kematian.
Sementara di Sulsel, terdata 139 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 53 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 2 positif. Dari 2 yang positif, 1 dalam perawatan, dan 1 lagi meninggal.
Khusus di Parepare, terdata 41 ODP, 4 PDP, belum ada positif. Dari 41 ODP, 31 orang di antaranya isolasi mandiri dan 10 lagi rawat inap di RSUD Andi Makkasau. Empat yang PDP semuanya dari luar Parepare, dirawat dalam ruang isolasi khusus RSUD Andi Makkasau.
Penulis: Andi Fardi
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News