Soal BLT DD yang Berujung Maut, Ini Tanggapan Camat Sinjai Borong

Soal BLT DD yang Berujung Maut, Ini Tanggapan Camat Sinjai Borong

SULSELSATU.com, SINJAI – Kasus penganiayaan berujung maut yang diduga dipicu karena pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang terjadi di Dusun Tomantang, Desa Bonto Sinala, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Ahad malam lalu (24/5/2020) mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat, dalam hal ini Camat Sinjai Borong, Andi Muliati Anwar.

Menurutnya, peristiwa tersebut sangat memprihatinkan. Lantaran kejadian itu bertepatan di hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, momen umat Muslim merayakan kemenangan setelah menjalani puasa di bulan Ramadhan.

Muliati mengatakan bahwa insiden tersebut diduga terjadi karena dipicu persoalan BLT yang bersumber dari dana desa, dia tidak mau berpolemik. Meski demikian, dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk mengungkap motif penganiayaan berujung maut tersebut.

Mekanisme pendataan calon penerima dilakukan oleh relawan desa yang dibagi perdusun yang terdiri dari Kadus, BPD dari dusun yang bersangkutan, RT, RW dan relawan yang ditugaskan, dengan pertimbangan merekalah yang mengetahui sikon warganya.

Bahkan pada saat pendataan, pelaku (AW) dan orang tuanya yang kini masuk sebagai penerima BLT Dana Desa ikut didata oleh relawan. Namun pada saat dilakukan verifikasi yang bersangkutan dinilai tidak layak menerima.

“Jadi saat itu BPD, perangkat desa dan relawan lainnya, TA P3MD, yang disepakati layak menerima adalah orang tua pelaku dengan pertimbangan sudah tua yang domisilinya berpindah-pindah dari anaknya (pelaku) dan saudara pelaku yang jaraknya berdekatan,” ujarnya.

Sedangkan pelaku sendiri diputuskan tidak layak menerima, dengan pertimbangan AW (pelaku) memiliki usaha (UMKM meubel) dan rumah tinggal permanen/batu.

“Karena masih banyak dianggap yang lebih layak menerima dibanding yang bersangkutan,” katanya.

Muliati menambahkan bahwa pada saat penyaluran BLT Dana Desa selama dua hari, pelaku maupun keluarga tidak mempermasalahkan hingga penyalurannya selesai sebelum lebaran.

Setelah penyaluran yang dilaksanakan pada hari Sabtu 23 Mei 2020, relawan menginformasikan kepada warga, apabila ada yang ingin menanyakan atau mengklarifikasi terkait bantuan BLT DD ini dipersilahkan mendatangi kantor desa pada hari Ahad 24 Mei 2020 mulai pukul 13.00 wita sampai selesai dan relawan BLT DD siaga di kantor desa sesuai waktu dimaksud.

“Saat ini kasus ini kita serahkan dan telah ditangani pihak kepolisian untuk pendalaman lebih lanjut. Saya juga selaku camat sekaligus plt kepala desa setempat sangat prihatin atas kejadian ini, mudah-mudahan tidak terjadi lagi di wilayah Kabupaten Sinjai, khususnya di Kecamatan Sinjai Borong,” harapnya.

Insiden berdarah tersebut juga sempat menuai kontroversi, sebab beredar informasi bahwa korban (AS) adalah anggota BPD setempat.

“Jadi perlu kami sampaikan bahwa korban bukan anggota BPD, dia adalah masyarakat sipil dan pelaku masih ada hubungan keluarga,” kata dia.

Penulis: Andi Irfan Arjuna
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga