Protokol Kesehatan Pada Anak Jadi Perhatian Serius DP3A Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar terus mengedukasi dengan penerapan protokol kesehatan serta menjaga anak agar tidak terpapar virus.
Serta memperkuat edukasi di selter-selter kecamatan guna menurunkan angka kasus kekerasan pada anak.
Kepala DP3A Kota Makassar, Tenri A Palallo mengatakan, edukasi yang dimaksud di tengah pandemi Covid-19 yakni cuci tangan, menggunakan masker dan tetap menjaga jarak sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kita terus bekerja, sebelum dan sejak pandemi. Kita memperketat pelaksanaan protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan dan jangan berkerumun,” kata Tenri.
Selain itu, Tenri mengatakan pendidikan psikologi anak juga harus tetap diperhatikan. Dimana orang tua kata dia harus menciptakan suasana yang nyaman dan aman, apalagi di tengah pandemi seperti saat sekarang ini.
“Kita menyerukan melalui selter warga. Jadi mereka itu bertugas mengontrol, mengingatkan warga agar menciptakan suasana gembira dalam rumah,” ucapnya.
Sementara itu, dari data yang dirilis oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, kasus kekerasan anak yang terjadi di tahun 2019 mencapai 1305 kasus. Sementara pada tahun 2020 terhitung dari bulan Januari hingga Maret berjumlah 72 kasus yang dibagi atas dua kategori, 35 orang laki-laki dan 37 orang perempuan.
Begitupula dari data yang dirilis oleh LBH Makassar. Sepanjang tahun 2020 ada sebanyak 13 kasus kekerasan anak yang diterima dan ditangani. 7 kasus kekerasan seksual, 3 kasus anak berhadapan dengan hukum, 2 kasus penghalangan akses anak kepada orangtua, dan 1 kasus penelantaran anak.
Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul
Cek berita dan artikel yang lain di Google News