Logo Sulselsatu

Puji Deklarasi ADAMA, Akademisi Anggap Danny-Fatma Paling Siap Jadi Nahkoda

Asrul
Asrul

Jumat, 04 September 2020 21:45

Deklarasi Danny-Fatma. (ist)
Deklarasi Danny-Fatma. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Deklarasi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, dapat jempol dari kalangan akademisi. Tak sekadar orasinya semata, namun konsep kearifan lokal yang ditonjolkan menunjukkan jati diri warga Kota Makassar dan identitas Sulsel.

Pinisi, perahu layar tradisional Bugis-Makassar yang menjadi simbol deklarasi Danny-Fatma di Pantai Losari, sarat dengan makna.

“Ada spirit perjuangan dan filosofi dari simbol kapal Pinisi itu. Ada pesan mau ditekankan, yakni Danny-Fatma sudah sangat siap menjadi nakhoda. Mereka sangat paham dan menghargai arti sejarah pelaut Bugis-Makassar yang begitu tangguh,” kata akademisi UIN Alauddin, Ibnu Hadjar Yusuf, Jumat (4/9/2020).

Baca Juga : Rudianto Lallo Dukung Penuh Program Kesejahteraan RT/RW Danny-Fatma

Deklarasi Danny-Fatma menggunakan dua kapal Pinisi yang dikawal 200 perahu kecil atau jolloro milik nelayan. Pelibatan nelayan adalah penanda bahwa Danny-Fatma akan selalu melibatkan masyarakat dalam menjalankan pemerintahan.

Di atas kapal Pinisi yang memuat sekitar 30 orang itu pula, Danny-Fatma menyampaikan orasi politik. Termasuk para pimpinan partai politik pengusung NasDem dan Gerindra, serta partai pendukung, Gelora dan PBB.

Hadjar juga mengapresiasi isi orasi Danny Pomanto tentang kesiapannya memimpin Kota Makassar. Mengembalikan Makassar kembali sebagai kota terbaik di Indonesia, seperti yang pernah ditorehkan di periode pertama Danny.

Baca Juga : Daftar Pencalonan di KPU, Danny Singgung Mutasi Pejabat Pemkot

“Orasi Pak Danny sangat tepat. Jangan membangun tembok karena tembok hanya akan menjadi pembatas. Tetapi mari bangun jembatan sebagai wadah penghubung, penyambung dalam membangun kualitas hidup warga Kota Makassar dengan pendekatan humanistik,” ujarnya.

Danny saat orasi memang banyak melontarkan pesan menyejukkan. Satu di antaranya adalah mengajak seluruh kandidat di Pilwali Makassar untuk beradu gagasan, bukan saling sikut dan menjatuhkan.

Sebab, pemilihan 9 Desember akan penentuan nasib 1,5 juta warga Kota Daeng, bukan untuk oknum tertentu.

Baca Juga : None: Kalau Tidak Bisa Sejahterakan Masyarakat Maka Kurangi Bebannya

“Walaupun kita berbeda secara politik, tetapi kita tetap bersaudara. Di atas kapal Pinisi, dia (Danny Pomanto) menggelorakan gerakan semangat restorasi dan semangat Indonesia Raya,” ucapnya.

Hadjar juga memuji orasi Fatmawati yang menurutnya langsung ke penegasan tentang hak dan pemberdayaan perempuan. Tidak bertele-tele, tapi ingin memberi keberpihakan nyata.

“Keadilan dan kesetaraan gender yang tak perlu lagi sebatas wacana, itu langsung mengena. Fatmawati memberi jaminan bahwa soal itu tak perlu ditawar. Dan ini bagian dari komitmennya,” paparnya.

Baca Juga : None: Kalau Tidak Bisa Sejahterakan Masyarakat Maka Kurangi Bebannya

Editor: Hendra Wijaya

 

 Komentar

 Terbaru

Sulsel26 Juni 2022 22:22
Jalan Tun Abdul Razak Gowa Mulai Pengerjaan Fisik, Gubernur Sulsel: Mohon Kesabarannya
SULSELSATU.com, GOWA – Ruas jalan provinsi Jalan Tun Abdul Razak di Kabupaten Gowa saat ini sudah dilakukan pengerjaan fisik. Hal ini ditegaskan...
Makassar26 Juni 2022 21:52
Camat Tallo Tallo Tekankan Pentingnya Menanamkan Nilai-nilai Islam Sejak Dini
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Camat Tallo Alamsyah Sahabuddin bersama Ketua TP PKK Kecamatan Tallo menghadiri penamatan KB Islam Ar Rayyan tahun 20...
Video26 Juni 2022 21:33
VIDEO: Detik-detik Warga di Lakkang Caddi Berhasil Tangkap Ular Piton
SULSELSATU.com – Aksi penangkapan seekor ular jenis piton oleh warga di Lakkang caddi saat membersihkan kebun, Minggu (26/6/2022) Ular tersebut ...
OPD26 Juni 2022 21:01
Dihadapan Bupati Sidrap Dollah Mando, Syahar Janji Perjuangkan Kesejahteraan Guru Mengaji
SULSELSATU.com, SIDRAP – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Alquran (LPPTKA) Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Rem...