Pembelajaran Daring Tetap Berlanjut, Dewan Khawatir Kualitas Pendidikan Menurun

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar tetap menginstruksikan sekolah memberlakukan pembelajaran daring. Hal tersebut untuk mengantisipasi potensi klaster baru Covid dalam dunia pendidikan.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Makassar Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat, Irwan Djafar mengaku khawatir. Sebab, kata dia, menurunnya kompetensi pembelajaran dengan model yang tidak menentu saat ini akan jelas menghasilkan pendidikan yang tidak maksimal.
“Dengan sistem virtual ini metode pembelajaran tidak maksimal. Meskipun guru memberikan pekerjaan atau PR yang banyak tetapi tidak sama dengan kalau murid dan guru bertatapan muka,” ujar legislator NasDem tersebut.
Menurut Irwan sistem Kurikulum 2013 (K13) yang menekankan pendidikan interaktif bukan tanpa alasan, komunikasi guru dan murid akan membangun hubungan emosional yang lebih baik bagi siswa.
“Jadi memang antara guru dan murid itu harus bertatapan dan ada hubungan emosional yang terbangun,” ujar Irwan.
Irwan berharap pembelajaran tatap muka bisa secepatnya digelar oleh pemerintah kota. Selain dari sisi emosional, potensi ekonomi juga sangat kental dikaitkan dengan hal ini.
Sudah cukup banyak laporan orang tua siswa yang merasa kesulitan memenuhi kebutuhan anaknya selama pembelajaran daring seperti kuota dan pendampingan. “Ada rutinitas yang hilang dari siswa, seperti kebiasaan bangun pagi, sarapan dan pergi sekolah hingga pulang sekolah jadi punya rutinitas itu hilang,” jelasnya. (*)
Penulis: RESTI SETIAWATI
Editor: ANDI
Cek berita dan artikel yang lain di Google News