Budi Hastuti Minta Pemkot Kembali Atur Strategi Atasi Anjal dan Gepeng

Budi Hastuti Minta Pemkot Kembali Atur Strategi Atasi Anjal dan Gepeng

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti mengatakan penanganan anak jalan (Anjal) dan pengemis gelandangan (Gepeng) di Kota Makassar sudah tidak efektif.

Pasalnya, Anjal dan Gepeng semakin menjamur, sangat mudah ditemukan di jalan-jalan yang mengakibatkan keresahan di masyarakat.

“Penangannya tidak bisa seperti sekarang, yang hanya melakukan penjaringan saja. Harus ada tindak lanjutnya supaya tidak lagi menjadi gepeng setelah terjaring petugas,” ujar Budi di Kantor DPRD Kota Makassar, Kamis (12/11/2020).

Legislator Gerindra inj mengatakan pemerintah dituntut berperan untuk menjalankan program penanganan, khususnya Dinas Sosial Kota Makassar harus bisa belajar dari strategi penanganan Anjal dan Gepeng di daerah yang padat penduduk.

Tak hanya itu, kerja sama dengan stakeholder terkait perlu dilakukan, sehingga Anjal dan Gepeng yang terjaring razia petugas tidak hanya diberi wejangan dan edukasi.

“Rencananya Dinsos untuk mengadakan fasilitas pendukung Lingkungan Pondok Sosial (Liposus) sebagai wadah untuk memberikan pembinaan. Di sana dibuatkan tempat khusus untuk diberikan pelatihan. Jadi mereka bisa punya keterampilan setelah keluar nanti. Metode ini efektif untuk menekan keberadaan Anjal dan Gepeng,” imbuhnya.

Budi menyetujui soal pengadaan Liposus yang akan diusulkan oleh Dinsos dan siap untuk diperjuangkan di APBD 2021 nanti.

“Kita akan memperjuangkan itu untuk APBD 2021 nanti. Kita butuh sesuatu yang lebih efektif,” kilah Budi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Mukhtar Tahir menyatakan, penanganan Anjal dan Gepeng memang menjadi tantangan yang cukup berat. Salah satu kendalanya karena fasilitas pendukung yang tidak tersedia.

Selama ini, kata dia, anjal dan gepeng yang terjaring razia petugas sudah diberi pembinaan. Hanya saja, setelah dilepaskan, mereka tetap saja kembali ke jalan. Siklus inilah yang terus berputar.

“Kita butuh Liposus untuk menampung mereka lalu diberikan pembinaan sampai betul-betul bisa dilepas. Sehingga ketika dia keluar bisa berkontribusi dan tidak turun lagi ke jalan,” ucapnya.

Penulis: Resti Setiawati

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga