Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Rudy Sebut Batasi Warga Keluar Masuk Makassar Bukan Stategi Tepat

Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Rudy Sebut Batasi Warga Keluar Masuk Makassar Bukan Stategi Tepat

 

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PJ Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin menolak menerapkan pembatasan warga keluar masuk kota, meski kasus Covid-19 di Kota Makassar terus meningkat.

Tercatat Per tanggal 28 Desember 2020, jumlah terkonfirmasi positif telah mencapai 14968 kasus di Kota Makassar

Rudy menilai pembatasan warga keluar masuk kota tidak tepat lagi diterapkan. Sebab, menurutnya, bukan lagi warga luar Makassar yang menyebabkan kasus meningkat.

“Bukan lagi, karena mobilitas warga masuk ke dalam. Ini barang sudah di Makassar terputar-putar,” kata Rudy saat ditemui di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota Makassar, Selasa (29/12/2020).

Keputusan ini diambilnya usai melihat sejumlah fakta yang ada di lapangan. Ia menilai penularan virus ini berasal dari kontak fisik orang terdekat yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), namun belum terdeteksi.

“Rata-rata orang terkena orang terdekat kita semua. Coba di Kantor Disdukcapil itu terdekat kita yang tinggal di Makassar. Jadi memang ini semakin masif,” sambungnya.

Pihaknya, disampaikan Rudy, tetap membolehkan warga keluar masuk kota Makassar. Bahkan, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, telah disiapkan rapid test antigen untuk warga yang hendak berpergian.

“Begini, kita sudah kerjasama dengan provinsi. Sekarang ada di bandara hasil sinergitas dengan Pemprov Sulsel, bagaimana kita menjamin warga yang bepergian terjamin merasa aman dan tidak perlu bayar,” tutupnya.

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga