Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Nala Bumintara Gelar Social Project di Kecamatan Tallo

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Nala Bumintara Gelar Social Project di Kecamatan Tallo

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komunitas Penerima Beasiswa Angkatan 168 LPDP Republik Indonesia, Nala Buminatara secara resmi meluncurkan Social Project Nala Bumintara skala regional di Makassar.

Penyelenggaraan acara ini merupakan lanjutan dari dari launching skala nasional Social Project yang dilaksanakan pada akhir Januari 2021 lalu.

Acara pembukaan dilaksanakan secara luring dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, Sabtu (7/2/2021).

Camat Tallo Kota Makassar, A. Zainal Abidin Takko mengatakan, Kelurahan Rappokalling menjadi salah satu kelurahan dengan jumlah kepadatan penduduk yang cukup tinggi dibandingkan dengan kelurahan-kelurahan lain yang ada di Kecamatan Tallo. Sehingga, ia sangat mengapresiasi kegiatan sosial project Nala Bumintara.

Tak hanya itu, ia menilai pelatihan pengolahan sampah sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi di tengah pamdemi Covid-19.

“Pelatihan pengolahan sampah merupakan hal yang penting di kala pandemi karena terjadi penurunan pendapatan ekonomi,” ujar Zainal dalam sambutannya.

“Peningkatan perekonomian masyarakat dan pengolahan limbah menjadi sesuatu yang bernilai menjadi dua poin penting dari program social project ini, tentunya kami mengapresiasi dan ini adalah bekal penting di kala pandemi,” sambungnya.

Sementara, Ketua Angkatan dari Komunitas Penerima Beasiswa Angkatan 168 LPDP RI, M Revaldi Akbar mengatakan, kegiatan social project, untuk pemulihan ekonomi masyarakat melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan berada di Kelurahan Rappokalling dan beberapa kelurahan lain di Kecamatan Tallo, Makassar.

“Para peserta memiliki latar belakang kontribusi aktif terhadap perekonomian masyarakat sekitar yang erat hubungannya dengan pengelolaan limbah rumah tangga,” ujarnya.

Ia melihat, Antusiasme peserta pelatihan cukup tinggi dibuktikan dari keaktifan peserta untuk berinteraksi dengan pemandu pelatihan dari Forum Komunikasi Bank Sampah (FKBS), Kecamatan Tallo.

“Sudah menjadi sebuah fakta lama pada masyarakat sekitar bahwa di beberapa kelurahan juga acap kali disebut kampung payabo atau pemulung atau pelestari limbah. Hingga saat ini tidak sedikit pula masyarakat yang masih bertahan dengan mata pencahariannya sebagai seorang pelestari,” Terangnya.

Ia pun berharap Program pemulihan ekonomi warga Kelurahan Rappokalling sebagai salah satu pemberdayaan keahlian untuk menjalankan alternatif peluang usaha lain yang lebih memiliki daya jual tinggi.

Acara dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan plastik menjadi produk yang nantinya bisa dijual di kala pandemi ini. (*)

Penulis: RESTI SETIAWATI

Editor: ANDI

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga