Usut Tuntas Oknum Calo Pegang ATM Pegawai Kontrak di Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku menerima banyak laporan terkait persoalan tenaga kontrak.
Di antaranya, ada calo tenaga kontrak yang bermain. Modusnya, dengan memegang semua kartu ATM milik tenaga kontrak. Termasuk yang sudah meninggal namun gajinya masih tetap jalan.
Kata Danny, tujuan calo memegang ATM para honorer, agar bisa lngsung memotong honor yang merupakan hak pegawai kontrak.
“Ini informasi, di Kecamatan saja itu ada calonya, ada yang pegang semua ATM pegawai kontrak, termasuk pegawai kontrak yang sudah mati ATM nya masih tetap berjalan,” kata Danny Pomanto.
Olehnya, Danny menegaskan akan menyelidiki hal tersebut, sebab besar kemungkinan ada indikasi banyaknya pegawai honor fiktif digunakan untuk keuntungan bagi calo.
“Itu sudah jelas fiktif, sedangkan pegawai kontrak yang sudah meninggal saja tidak dilapor uangnya tetap dibayarkan,” ungkapnya.
Danny menegaskan akan mengusut tuntas persoalan tersebut, dan mengungkap siapa dibalik semua itu. Ia pun mengaku telah memerintahkan inspektorat. “Saya akan selidiki ini, kenapa ada orang bisa memegang ATM pegawai kontrak dan langsung dipotong disitu, tidak benar itu,” jelasnya.
Kejadian tersebut, lanjut Danny sudah berlangsung secara masif dan terjadi hampir di seluruh Kecamatan di lingkup pemerintah Kota Makassar.
“Jumlah dan besarannya kita belum tau, karena kita baru selidiki itu. Tetapi yang pastinya mendominasi di Kecamatan,” ungkapnya.
Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menegaskan akan mengusut dugaan kartu ATM yang wajib dipegang oleh pegawai kontrak lingkup ditahan oleh oknum calo.
Pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wali Kota untuk mengungkap kasus tersebut. Meskipun, lanjut Zainal tahun sebelumnya pihak inspektorat pernah melakukan verifikasi terhadap ratusan tenaga kontrak se-Kota Makassar.
“Kami siap menindaklanjuti arahan pak Wali, kita akan periksa semua kondisi tenaga kontrak, meski tahun lalu kita sudah verifikasi, tetapi saat ini sudah masuk audit . Langsung audit supaya kita tau dimana permasalahannya,” tegasnya.
Audit tersebut, kata Zainal bertujuan untuk mengetahui apakah persoalan itu berawal dari OPD atau SKPD, termasuk seperti di BKD dan Keuangan.
“Kita mau tau berawal dari mana, kondisinya seperti apa. Dan kita pastikan pekan depan sudah berproses semua, kita langsung audit investigatif masalah itu,” tuturnya. (*)
Penulis: RESTI SETIAWATI
Editor: ANDI
Cek berita dan artikel yang lain di Google News