APT Reses di Kaluku Bodoa: Covid-19 Belum Selesai, Tolong Disiplin Prokes

APT Reses di Kaluku Bodoa: Covid-19 Belum Selesai, Tolong Disiplin Prokes

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta (APT) kembali melakukan reses dan serap aspirasi warga di Jalan Butta Butta Caddi, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Dalam kesempatan itu, APT mengungkapkan bahwa reses atau temu konstituen ini adalah agenda wajib yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Sulsel.

“Tujuan dari reses ini untuk mendengar langsung apa yang menjadi keinginan dan harapan warga kepada pemerintah,” kata Legislator Fraksi NasDem Sulsel ini, Senin (10/5/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa, Kelurahan Kaluku Bodoa adalah salah satu wilayah terpadat di Tallo. Dimana jumlah penduduknya pada tahun 2019 tercatat 22.753 jiwa yang terdiri atas 11.359 jiwa laki-laki dan 11.394 jiwa perempuan pasti ditahun 2021 bertambah.

“Jadi kami himbau kepada warga untuk mendukung program atau kebijakan pemerintah dan disiplin dalam hal protokoler kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Salah satu ketua RT, Kaluku Bodoa, Sangkala menyampaikan terima kasih Kepada APT karena Kelurahan Kaluku Boda dijadikan tempat reses di Tallo.

Pada reses itu juga, Ia menyampaikan bahwa, di daerah ini sudah 30 tahun dia jadi ketua RT dan sangat prihatin dengan rumah ibadah (mesjid) yang ada di wilayahnya.

“Jadi kami mohon kepada bapak agar bisa diberikan bantuan sarana dan prasarana melalui pemerintah provinsi,” ungkap Sangkala.

Sementara itu, salah satu tokoh perempuan, Raodah mengungkapakn bahwa, selama masa pandemi Covid-19 banyak teman-temanya dilakukam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Jadi kami mohon kepada bapak APT agar memberikan bantuan beruapa pelatihan keterampilan agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung pada lowongan-lowongan kerja,” beber Raodah.

Menanggapi keluhan warga, APT mengatakan bahwa, tahun lalu pihaknya sudah memperjuakan progran-prorgram baik bantuan sarana dan prasarana maupun bantuan keterampilan (pemberdayaan) masyarakat.

“Tapi karena Covid-19 banyak anggaran di refocusing dan dialihkan kepenanganan Korona. Jadi kami minta kepada warga disiplin Prokes supaya Covid-19 bisa kita atasi, ekonomi kembali pulih, bantuan kepada mayarakat bisa normal kembali,” tutup APT.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga