Danny Wacanakan Salat Idul Adha Digelar Walau Zona Oranye, Dewan: Kita Dukung

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar merencanakan pergelaran salat Idul Adha 1442 Hijriah tahun ini tetap digelar, kendati Makassar masih menyandang status Zona Oranye.
Hal ini disampaikan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Menurutnya penerapan protokol kesehatan di Kota Makassar sudah relatif baik. Dirinya mencontohkan pada salat Idul Fitri lalu, dimana dia mengklaim tak ada lonjakan kasus pascapergelaran dihelat.
“Ada surat edaran Menteri Agama, bahwa kalau orange tidak usah salat Idul Adha. Saya sampaikan waktu salat Id (Fitri) kemarin kita zona oranye tapi kita tetap menyelesaikan Idul Fitri tanpa cluster,” tuturnya.
Sehingga dirinya cukup optimis pergelaran tetap dapat dilakukan. Danny mengatakan berencana kembali memohon agar pergelaran tetap berjalan dengan semestinya.
“Karena dua-tiga Minggu setelah itu tidak ada lonjakan Covid, artinya kami mohon walau zona oranye tetap kami jalankan Idul Adha seperti saat jalankan Idul Fitri,” lanjutnya.
Sementara itu menanggapi wacana tersebut Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Abdul Wahab Tahir cukup optimis dengan langkah yang diambil Danny.
Menurutnya hal ini telah diperhitungkan dengan matang. Terlebih berkaca pada salat Idul Fitri lalu penerapan Prokes dapat tetap berjalan dengan baik kendati Makassar saat itu menyandang Zona Oranye.
“Jadi oranye sebanarnya itu hati-hati, tapi saya katakan apapun yang diambil itu pasti penuh pertimbangan,” ucapnya.
Meski demikian kata dia opsi akan lebih baik jika Makassar bisa menyandang zona hijau, sehingga dia mengharapkan dalam tiga pekan ke depan Makassar bisa memperoleh predikat tersebut.
“Kita berharap mudah-mudahan sudah zona hijau pada saat tanggal 20 Juli (Idul Adha), sehingga kita bisa gelar salat dengan normal,” pungkas Legislator Golkar tersebut.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News