Logo Sulselsatu

BBKP Makassar Bersama Bea Cukai Makassar Lakukan Uji Coba Perdana Joint Inspection

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Jumat, 08 Oktober 2021 14:28

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Balai Besar Karantina Pertanian Makassar bersama Bea Cukai Makassar melakukan uji coba perdana implementasi Pilotting SSm Joint Inspection di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Jumat (08/10/2021).

Pemeriksaan bersama perdana Karantina – Bea Cukai tersebut dilakukan di Terminal Petikemas Soekarno-Hatta (TPS), dalam rangka membentuk National Logistics Ecosystem (NLE).

Sebanyak 1 kontainer ukuran 20 High Cube (HC) yang berisi Choline Chloride sekitar 17.000 kilogram berasal dari China menjadi barang impor pertama yang mendapat pemeriksaan bersama (Joint Inspection) BBKP Makassar dan Bea Cukai.

Baca Juga : Kembali Gelar Ekspor, Balai Karantina Pertanian Target Rp350 Miliar

Selama ini pemeriksaan terhadap barang impor dilakukan secara masing-masing baik oleh Karantina maupun Bea Cukai, di waktu dan tempat yang berbeda.

Kepa Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan seperti ini, mengakibatkan pemilik barang impor harus melakukan pemindahan dan membuka container dua kali.

Dengan adanya Pemeriksaan bersama ini, petugas dari Karantina dan Bea cukai dapat melakukan pemeriksaan pada tempat dan waktu yang sama.

Baca Juga : Sosialisasi Peran dan Fungsi, BBKP Makassar Komitmen Cegah Penyakit Hewan dan Tumbuhan Masuk Ke Sulsel

“ada dua komoditas impor, pakan dan bawang putih, uji coba, Single Susmision Quarantine Custom ( SSmQC) KKBP Mks dan Bea Cukai lakukan joint inspeksion.artinya BBKP Mks dan Bea Cukai lakukan pemeriksaan bersama di Tempat Pemeriksaan Fisim Terpadu ( TPFT ).”ungkapnya.

Implementasi Pilotting SSm Karantina – Bea Cukai ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional dimana pemerintah telah memberikan instruksi kepada para Menteri, Sekretaris Kabinet, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan para gubernur untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melaksanakan penataan ekosistem logisitik nasional.

Implementasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi seluruh pelabuhan di Indonesia untuk memangkas angka dwelling time yang berimbas memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer sehingga membuat iklim usaha dan investasi semakin baik.

Baca Juga : BBKP Makassar Musnahkan Benih Tanaman Impor Tanpa Dokumen Lengkap

“sehingga memudahkan bagi pelaku usaha, efektif dan menekan biaya, untuk menciptakan iklim dunia usaha yang kondusif seperti itu gambaran ade.” harapnya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar08 Oktober 2026 20:44
Makassar Leadership Summit 2026, Kepemimpinan Harus Berdampak bagi Lingkungan dan Masyarakat
Makassar Leadership Summit 2026 resmi digelar dengan mengangkat isu kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan....
Bisnis08 Oktober 2026 18:21
Kalla Translog Tawarkan Yard Services dengan Sewa Fleksibel
Kalla Transport & Logistics (Kalla Translog) menyediakan Yard Services untuk mendukung kebutuhan penyimpanan kendaraan operasional perusahaan, mul...
News08 Oktober 2026 17:53
Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Pengelola Sampah
Menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pada 9 hingga 11 Oktober 2026, BRI melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Ped...
Politik08 Oktober 2026 17:28
Appi Gabung Demokrat, Ni’matullah: Tambahan Kekuatan Bagi Partai
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah menyambut bergabungnya Wali Kota Makassar Munafri Arifud...