Proyek Trotoar dan Ruas Jalan di Jeneponto Disorot, Demonstran Ancam Lapor ke APH

Proyek Trotoar dan Ruas Jalan di Jeneponto Disorot, Demonstran Ancam Lapor ke APH

SULSELSATU.com, Jeneponto – Front Aktivis Mahasiswa Indonesia (Faksi) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PUPR Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (21/10/2021).

Dalam aksinya, mereka mendesak Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar untuk bersikap tegas mencopot Kadis PUPR, Muh Arifin Nur dan Kepala Bidang Bina Marga, Mashuri.

Jenderal Lapangan, Dhedi Arsandi mengatakan, pemerintah pusat mengucurkan anggaran senilai Rp11 Miliar ke Dinas PUPR Jeneponto untuk pekerjaan ruas jalan dan trotoar.

Dhedi Arsandi menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Aditia Perdana Sakti.

Namun dari hasil pekerjaan tersebut kata Dhedi, pihaknya mendapati beberapa temuan yakni kerusakan ruas jalan dan Trotoar dibeberapa titik yang dinilai sangat parah.

Dengan temuan itulah, kata dia, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pelaporan ke aparat penegak hukum (APH). Namun, terlebih dahulu, pihaknya akan mengumpulkan sejumlah data-data untuk diajukan.

“Maka dari itu kami dari aktivis mahasiswa akan mengawal secara serius sampai tuntas kasus ini. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pelaporan. Namun terlebih dahulu kita akan melakukan perlengkapan data dulu. Karena kita masih membutuhkan beberapa data pendukung lalu laporkan ke APH,” ujar Dhedi

Menurut Dhedi proyek pembangunan trotoar yang belum lama selesai dikerja namun ditemukan banyak kerusakan.

“Trotoar itu ada beberapa titik, ada yang di depan kantor bupati, jalan Lingkar, Jalan Abd Jalil Sikki, masuk di BTN Romanga (Rusak),” ungkapnya.

Menanggapi kritikan Mahasiswa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jeneponto, Arifin Nur membenarkan bahwa memang pekerjaan tersebut rusak.

“Apa yang dituntut adalah sesuatu yang sudah kita laksanakan pemeliharaan dan perbaikan mengenai perbaikan revisi sudah langkah-langkah yang kita lakukan,” terangnya.

Bahkan proyek tersebut saat ini masih tanggung jawab pihak kontraktor.

“Masih dalam tahap pemeliharaan karena masih ada dananya kontraktor 15 Persen,”katanya.

Namun dia menilai bahwa para aktivis merasa tak puas dengan hasil pekerjaan tersebut. Namun, bagi dia, kritikan penting. Supaya pejabat lainnya mampu bekerja secara proaktif.

“Namun tentunya ada teman yang tidak puas, kita harus terima apa yang disampaikan. Kami juga sangat bersyukur karena dengan adanya itu teman-teman bisa lebih proaktif dalam melaksanakan tugas dan tupoksinya,” pintanya.

Kata Dia, pihaknya sudah bersedia jika misalkan ia dilaporkan ke APH oleh mahasiswa.

“Tekait dengan laporan itu merupakan pendapat mereka kalau dianggap tidak baik, itu adalah wilayahnya.
Kita juga akan melakukan langkah-langkah produktif,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga