Sebelum Diresmikan Presiden, Menteri PUPR dan Bupati Iksan Tinjau Bendungan Karalloe

SULSELSATU.com, Jeneponto – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengunjungi langsung Bendungan Karalloe, Senin siang (22/11/2021) Kemarin.
Kunjungan Basuki Hadimuljono
dalam rangka memastikan kesiapan bendungan yang terletak perbatasan Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa (23/11/2021).
Selain Mentri Basuki Hadimuljon, Mentri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dan beberapa pejabat lainya juga nampak mengunjungi bendungan Karalloe jelang diresmikan Presiden Jokowi.
Kepada awak media, Basuki Hadimuljono membenarkan bendungan Karalloe akan di resmihkan langsung oleh presiden.
“Bendungan ini adalah Bendungan kesembilan yang besok (Selasa) akan diresmikan oleh Bapak Presiden,” kata Basuki kepada awak media di lokasi Bendungan.
Kata dia, Bendungan Karalloe ini dibangun sejak tahun 2013 lalu. Namun saat jalanya proses pembangunan semoat terhenti akibat pembebasan lahan lokasi bendungan.
“Bendungan Karalloe ini dibangun sejak tahun 2013, cuma ada masalah biasa, pernak-pernik dipembebasan lahan sehingga baru tahun 2017 saya kesini baru bisa berjalan lagi,” ucapnya.
Manfaat bendungan Karalloe ini kata Basuki, masyarakat di Kabupaten Jeneponto akan mendapatkan banyak manfaat. Pasalnya bendungan ini mampu menampung 40 juta meter kubik air yang kemudian akan dimanfaatkan sebagai air irigasi bagi pertanian.
“Jadi selain manfaatnya untuk irigasi tentu juga untuk air baku. Ada 440 liter perdetik, 420 liter perdetik untuk Jeneponto, 20 liter perdetik untuk Gowa air bakunya. Sedangkan listriknya ada 4,5 MW. Jadi itu manfaat untuk dibangunnya Bendungan Karalloe ini,” jelas Basuki.
Dengan adanya Bendungan Karalloe ini, maka pola intensitas tanam para petani Jeneponto akan lebih meningkatkan menjadi 250 persen.
“Bendungan Karalloe ini untuk mensupresikan Bendungan Kelara yang mengairi 7.000 hektare lahan persawahan. Artinya kalau ada 7.000 hektare sawah hanya tertatanami ditambah 3.500 hektare palwija setiap tahun. Maka dengan bendungan ini akan ada 250 persen peningkatan,”jelas Basuki.
Penulis Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News