Ini Rekomendasi Masker dari Dokter Paru Jika Ingin Terhindar dari Covid-19 Varian Omicron

SULSELSATU.com – Dunia kembali terancam dengan adanya varian baru Covid-19, Omicron atau Corona B.1.1.529 yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan. Varian kali ini dianggap lebih membahayakan karena dapat menyebar lebih cepat.
Varian Omicron sudah tersebar di banyak negara. Baru-baru ini, kasus pertama varian Omicron ini telah ditemukan di Indonesia, berasal dari pekerja yang ada di Wisma Atlet.
Mengantisipasi varian ini terus menyebar luar, banyak negara yang sigap menutup pintu internasional bagi pendatang dari beberapa negara yang telah mendeteksi kasus varian Omicron.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, menyarankan masker yang masih efektif menangkal varian baru Corona seperti varian Omicron.
“Semua balik ke tujuan penggunaan maskernya, kalau untuk masyarakat sehari-hari cukup dengan penggunaan masker bedah dengan masker kain,” jelas dr Agus Dwi Susanto, Sp P(K), dikutip dari detikHealth, Jumat, (17/12/2021).
Mengutip detikcom, dr Agus menegaskan bahwa penggunaan double mask hanya untuk masyarakat dengan aktivitas sehari-hari yang tidak berisiko besar terpapar virus Covid-19. Sementara itu, tenaga medis tetap wajib menggunakan masker N95 karena tingkat filtrasinya lebih tinggi.
“Kalau masker bedah dan masker kain hanya memfiltrasi kurang dari 70 persen partikel sehingga tidak cocok untuk penggunaan medis. Tapi kalau untuk masyarakat disarankan menggunakan double mask,” lanjutnya.
Banyak masyarakat yang saat ini menggunakan masker KN95 dan KF94, mana yang lebih baik?
“Sebenarnya sama saja antara KN95 dan KF94, yang penting bisa memfiltrasi partikel kurang dari 2,5 mikron,” ujar ahli paru yang berpraktik di RSUP Persahabatan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News