Program Inovasi Pa’buritta Cara Tanggap Puskesmas Bululoe Jeneponto Tangani Penderita TBC

SULSELSATU.com,Jeneponto – Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis.
Penderita TB yang tidak berobat bakal menularkan penyakitnya melalui pernafasan ketika berbicara, batuk dan bersin pada orang lain.
Untuk menekan angka lonjakan penderita TBC, Puskesmas Bululoe, Kecamatan Turatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan membuat Inovasi yang diberi nama “Paburitta”.
Petugas TB Puskesmas Bululoe, Ali Hamzah kepada sulselsatu.com, Jumat (04/02/2022) mengatakan, Penyakit Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global.
Selain itu kata Ali, Penyakit TBC juga mempengaruhi produktifitas kerja san merupakan penyebab utama pada kematian.
“Tahun 2020 Indonesia menempati urutan kedua terbesar dunia dengan kasus sebanyak 845.000 dengan kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam (Global Tuberculosis Report WHO,2020),”ujarnya.
Sementara kata Ali, Jumlah kasus tuberkulosis provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 12.025 kasus (Profil Kesehatan Indonesia,2020) dan jumlah penderita TB di Kabupaten Jeneponto sebanyak 593 kasus (Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto,2020).
“Untuk itu, Tahun 2018 Puskesmas Bululoe hanya melayani sebanyak 30 orang terduga TB dan kasus lost to follow up sebanyak 2 kasus.”katanya.
Namun untuk mengoptimalkan penanganan penderita TBC, maka lahirlah gagasan baru yaitu program Inovasi Pa’buritta (pelayanan Program TB untuk masyarakat Turatea).
“Inovasi Pa’buritta adalah sebuah terobosan baru untuk mempercepat pencapaian eliminasi TB tahun 2030,”katanya.
Pasalnya kata Ali, Presiden RI Joko widodo sudah mencanangkan gerakan bersama eliminasi TB tahun 2030 di Cimahi tanggal 29 Januari 2020.
Dimana Gerakan bersama eliminasi TB tahun 2030 diperkuat dengan terbitnya perpres no. 67 tahun 2021 tentang penanggulangan tuberkulosis.
“Untuk Pemerintah kabupaten Jeneponto sebagai pemangku kebijakan ikut terlibat dalam merencanakan penanggulangan tuberkulosis di Jeneponto dengan mengadakan Rembuk TB dan FGD (Focus grup discusson) program pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis diruang pola panrannuangta tanggal 25 Januari 2022 lalu,”katanya.
Kegiatan ini dihadiri oleh kepala dinas kesehatan, kepala bappeda, kepala dinas PMD, Direktur of excecutif ssr Lembaga mitra turatea, Kepala Puskesmas, kepala desa/lurah, kaderTB/posyandu/dasawisma, Pimpinan Organisasi/lembaga sosial keagamaan dan kepemudaan.
“Tujuan inovasi pa’buritta adalah menurunkan kasus lost to follow up meningkatkan jumlah pemeriksaan dahak orang terduga tuberkulosis,”pungkasnya.
Pada program Invoasi Paburitta ini, setiap penderita TBC akan diantarkan langsung makanan tambahan berupa susu 1 kaleng bagi orang yang diperiksa dahaknya dan obat obatan.
“Nilai Tambahnya yaitu hemat biaya, hemat waktu, hemat tenaga, membina hubungan emosional yang lebih baik dan memberikan nutrisi tambahan bagi sasaran,”katanya.
Sementara Mantan penderita TB tahun 2021, Inilah A mengucapkan terima kasih kepada Puskemas Bululoe atas penanganan selama ini.
“Saya sangat merasakan manfaat inovasi pa’buritta karena selama menjalani ka pengobatan tidak pernah ka ke puskesmas untuk ambil obat tapi obat saya diantarkan kerumahku sampai selesai ka berobat selama 6 bulan oleh petugas kesehatan, terima kasih tim pa’buritta (pelayanan Program TB untuk masyarakat Turatea)”katanya.
Penulis Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News