Terkait Perusakan Teman Bus, Pengelola Trans Mamminasata: Kita Sudah Laporkan ke Polisi

Terkait Perusakan Teman Bus, Pengelola Trans Mamminasata: Kita Sudah Laporkan ke Polisi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala UPT Transportasi Mamminasata Dinas Perhubungan Sulsel, Prayudi Syamsibar, angkat bicara terkait armada Teman Bus Trans Mamminasata dirusak oleh sejumlah orang tidak dikenal di sekitar kawasan KIMA Makassar, Selasa (19/4/2022).

Dia mengaku akan melaporkan ke aparat penegak hukum. Prayudi menyebut aksi perusakan itu merupakan bentuk tindakan kriminal.

“Per tadi itu sudah dilakukan laporan Polsek Biringkanayya dengan bukti-bukti ter masuk rekaman CCTV dan nomor plat kendaraan tersebut, foto orangnya,” kata Prayudi.

Prayudi menjelaskan, tindaka perusakan itu dilakukan oleh pihak yang tidak terima dengan kehadiran Teman Bus. Kemungkinan penyerangan itu dilakukan oleh pihak yang merasa disalip dengan kehadiran Teman Bus

Dia mengaku sangat menyayangkan aksi perusakan tersebut. Menurutnya, Teman Bus merupakan layanan transportasi untuk masyarakat. Merusak bus tersebut sama dengan merusak fasilitas umum.

“Jadi sangat disayangkan aksi-aksi seperti itu bahkan memicu kekerasan. Itu kan sudah tindakan kriminal,” kata Prayudi yang diwawancarai melalui sambungan telepon.

Diketahui, aksi perusakan taman Teman Bus ini sempat viral melalui video yang beredar di media sosial Instagram, terlihat bus yang sedang berhenti tiba-tiba diserang sejumlah orang. Salah seorang terlihat menghantam jendela bus, bahkan dia juga sempat menendang bus.

Tak lama setelahnya, seseorang kembali melemparkan sesuatu ke kaca jendela bus hingga mengakibatkan kaca tersebut retak. Aksi perusakan itu pun sontak membuat para penumpang bus menjadi panik.

Aksi semacam itu, Kata Prayudi, hanya terjadi di koridor 2 yaitu Mal Panakkukang-Bandara Sultan Hasanuddin. Rute ini memang beririsan dengan jalur angkutan kota.

“Koridor 2 kami mencari cara bagaimana supaya bisa beroperasional ke rute awalnya. Tapi permasalahannya sebenarnya koridor 2 minta untuk dikembalikan ke rute awalnya. Kami sudah meminta ke operator untuk kembali ke koridor awal. Cuma kan belum dieksekusi,” katanya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga