Puluhan Kades “Gigit Jari” di Jeneponto, ADD Desa-nya Triwulan 4 Tahun 2021 Belum Terbayarkan, Ini Alasanya

Puluhan Kades “Gigit Jari” di Jeneponto, ADD Desa-nya Triwulan 4 Tahun  2021 Belum Terbayarkan, Ini Alasanya

SULSELSATU.com, Jeneponto – Sejumlah Desa di Kabupaten Jeneponto hingga kini belum terbayarkan Alokasi Dana Desa (ADD-nya) untuk Triwulan 4 tahun 2021.

Kasubag Keuangan BPKAD Jeneponto Ninik Hartini mengatakan, ada 76 desa dari 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan belum menikmati pencairan ADD tahap 4 tahun 2021.

“Iya benar,” kata Ninik Hartini kepada wartawan saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (10/5/2022).

Hanya saja kata Ninik, ADD 76 desa tersebut belum dibayarkan lantaran kepala desa telat memasukkan laporan pertanggungjawaban atau LPJ.

“Yang lain salahnya desa sendiri, kenapa lambat mengajukan. Lambat dia masukan LPJ-nya,” ungkapnya.

Banyaknya kepala desa yang belum terbayarkan ADD-nya lantaran dinilai bandel.

Pasalnya, LPJ yang seharusnya disetor setelah Dana Desa (DD) cair, namun itu tak diperhatikan. Sehingga, proses pencairan lambat.

“Karena sebenarnya dia sendiri terlambat ajukan. Seharusnya, keluar uang mu bulan ini, bulan depannya ajukan mi SPJ mu. Karena itu salah satu syarat kita harus ada SPJ,” ucapnya.

Sementara terdapat 6 desa sudah dibayarkan ADD-nya untuk tahap 4 kerena telah melengkapi administrasi pencarian. Salah satunya adalah SPPD.

“Buktinya ada 6 desa yang cair. Maksudnya dia cair sampai triwulan 4,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya saat ini telah mengusulkan pencairan ADD di APBD perubahan tahun 2022 sebesar Rp2 miliar.

“Rp2 miliar nah, jumlah utangnya BPKAD untuk desa. Insyaallah kalau disetujui APBD perubahan akan cair,” kata dia.

Namun tak semua ADD itu dibayarkan. Desa yang sudah menyetor SP2D-nya akan dibayarkan.

Hingga saat ini kata Ninik, Tercatat, hanya 68 desa yang belum lengkap administrasinya.

“68 desa yang akan dibayarkan tahap 4 di anggaran perubahan tahun 2022. Seandainya lengkap semua SP2D-nya, maka yang cair itu Rp 4 miliar, tapi hanya sedikit yang selesai, sehingga yang cair cuman Rp2 miliar,” pungkasnya.

Penulis Dedi
.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga