Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas di Jeneponto, Demonstran Desa Kadinkes Dicopot

SULSELSATU.com, Jeneponto – Belasan pendemo yang mengatasnamakan diri dari Dewan Pergerakan Rovolusi Demokratik (DPRD) menggelar aksi unjuk rasa.
Aksi tersebut dilakukan di dua lokasi seperti di kantor bupati, dan kantor dinas kesehatan (dinkes) kabupaten jeneponto sulawesi selatan.
Pantauan wartawan di kantor bupati, Senin (13/6/202) sekira pukul 14.25 wita, massa membawa spanduk yang berisi nada kecaman.
Tampak petugas dari satuan pamong praja (satpol-pp) berjaga-jaga di depan pintu masuk kantor bupati.
Jenderal Aksi Jatong Jalarambang mengatakan, aksi ini dilakukan buntut dari pekerjaan puskesmas bontosunggu kota yang berlokasi di kelurahan empoang, kecamatan binamu, diduga terdapat keganjalan pada pembagunan fisik.
Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan beserta dengan adanya informasi dari masyarakat setempat.
“Kami menduga kuat adanya indikasi kejahatan yang tidak sesuai dengan pekerjaan dilapangan dan menurut informasi dari masyarakat setempat ada beberapa fisik perkerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Yang dimana pekerjaan tersebut kami duga dari pondasi sampai selesai fisiknya sangat bobrok,” ucap Jatong.
Jatong mengatakan proyek pembangunan tersebut dikerjakan oleh CV Gatra Buana dengan nilai kontrak sebesar Rp9.812.415.000.00 tahun 2021 yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) pada agustus 2021 sampai 31 desember 2021.
“Nilai kontraknya 440/005/sp/dinkes/vii/2021 selama hari pelaksanaan 4 bulan,” kata dia.
Tak hanya itu, para pendemo juga meminga bupati jeneponto, iksan iskandar untuk segera mencopot susanti mansur dari jabatannya selaku kepala dinas kesehatan.
“Kami meminta bupati jeneponto mencopot susanti mansur,” ucap Jatong.
Penulis Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News