Logo Sulselsatu

Didukung PT Vale, Milenial Pomalaa Melek Pertanian Organik

Sri Wahyudi Astuti
Sri Wahyudi Astuti

Rabu, 29 Juni 2022 11:41

Panen perdana padi SRI organik di Desa
Panen perdana padi SRI organik di Desa

SULSELSATU.com – Pemuda 22 tahun asal Desa Lamedai Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara Dinul Hairul baru saja memanen perdana padi SRI Organik hasil pembinaan program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) PT Vale.

Dinul menuai manfaat dari hasil belajarnya selama hampir tujuh bulan. Ia mengaku awalnya pesimis dengan budidaya pertanian organik yang dikenalkan oleh PT Vale bersama Yayasan Aliksa selaku fasilitator SRI Organik.

Kata Dinul, tim dari PT Vale dan Aliksa serta pejabat pemerintah melakukan sosialisasi pada November 2021. Sarjana peternakan dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka ini mengaku saat itu memandang sebelah mata program PSRLB.

Baca Juga : Reklamasi Lahan Pasca Tambang, PT Vale Habiskan Rp350 Juta Per Hektare

“Tetapi saya merasakan pendampingan yang konsisten dari PT Vale. Mereka mengenalkan kami tentang SRI Organik, terutama bahwa padi tanpa bahan kimia itu bisa hidup. Bahkan, tadi setelah panen, ternyata hasilnya lebih baik dibanding pertanian konvensional yang pakai bahan kimia,” tambahnya.

Dinul menggarap sawah seluas 0,2 Hektar (Ha) dengan menanam benih padi varietas mentik wangi susu. Dia mengaku bulir padi yang dipanen mirip beras ketan. Warnanya putih susu. Tidak putih bening seperti bulir beras kebanyakan. “Saya panen sekitar 450 Kilogram, itu belum semua masih sementara ditimbang,” imbuhnya.

Hasil tersebut, kata Dinul makin membuatnya percaya diri dengan prospek pertanian organik. Terlebih untuk anak muda sepertinya. Menurut bungsu tiga bersaudara ini, kebanyakan generasi milenial kini mengandalkan pekerjaan kantoran, jarang melirik sektor pertanian.

Baca Juga : VIDEO: Truk Listrik Tambang Pertama PT Vale di Blok Sorowako

“Sejujurnya saya miris melihat kondisi itu. Padahal potensi dari sektor pertanian itu sangat luar biasa jika ditangani dengan baik. Selama ini profesi petani itu kerap dianggap remeh, karena itu untuk mengadopsi teknologi pertanian seperti ini sulit dijangkau, beruntung program dari PT Vale ini sangat membantu kami untuk bisa meningkatkan perekonomian petani di desa saya,” ungkap Dinul.

Khusus model pertanian SRI Organik, bagi Dinul sangat menguntungkan dan menyehatkan.

“Seperti saya ini yang punya hewan ternak kotorannya itu tidak dimanfaatkan, dengan program SRI Organik saya bisa tahu bahwa kotoran hewan itu bisa digunakan jadi pupuk,” ucapnya.

Baca Juga : Siap Menuju Pertambangan Rendah Karbon, PT Vale Hadirkan Truk Listrik Pertama di Blok Sorowako

Dia berkisah, di desanya dahulu hampir semua mata pencaharian warga adalah petani. Namun seiring mahalnya pengelolaan akhirnya memilih banting setir atau hijrah ke kota untuk mengadu nasib.

Malahan, beberapa pendatang kini menguasai pertanian di kampungnya. Dinul mengaku ingin mengembalikan potensi desanya di sektor pertanian. Ia berikrar untuk membagikan ilmu program PSRLB SRI Organik PT Vale ke rekan sebayanya.

Senior Manager External Relation Blok Pomalaa, Hasmir mengaku bersyukur kaum milenial kini mulai melek program PSRLB SRI Organik. Apalagi seperti Dinul yang sarjana, sehingga mampu mengubah pola pikir atau mindset anak muda bahwa menjadi petani masa depannya suram.

Baca Juga : Siap Menuju Pertambangan Rendah Karbon, PT Vale Hadirkan Truk Listrik Pertama di Blok Sorowako

“Karena mindset anak muda sekarang itu kalau tidak berdasi tidak berduit jadi pada mengejar untuk menjadi pengusaha, karyawan, dan semacamnya. Padahal dulu kita itu swasembada pangan, sekarang hampir tidak pernah. Nah ini yang coba kita hidupkan,” kata Hasmir.

Selain itu, kata Hasmir, pertanian organik lebih sehat karena pembudidayaannya tak pakai bahan kimia.

“Harapannya, Mas Dinul ini bisa menjadi ikon buat proyek kita di Blok Pomalaa. Belum banyak yang seperti dia, apalagi memiliki kapasitas pendidikan yang bagus karena sarjana, sehingga pendekatan kita untuk mengubah mindsetnya itu lebih masuk ke generasi milenial,” ungkap Hasmir.

Baca Juga : Siap Menuju Pertambangan Rendah Karbon, PT Vale Hadirkan Truk Listrik Pertama di Blok Sorowako

Dia menjelaskan, saat ini di Desa Lamedai sudah ada 23 petani yang ikut program PSRLB SRI Organik dengan lahan garapan seluas 3,4 Ha. Sedangkan secara keseluruhan terdapat 54 petani yang ikut program tersebut di blok Pomalaa.

Hasmir melanjutkan, saat ini timnya tengah menormalisasikan kesuburan tanah akibat akibat pemakaian kimiawi dari pertanian konvensional. “Harapannya di dua tahun ke depan produktivitas bisa mencapai 17-18 Ton/Ha,” imbuhnya.

 Komentar

 Terbaru

Makassar07 Agustus 2022 21:44
Ketua KONI Makassar dan Camat Tallo Buka Turnamen Sepak Bola Piala Ketua DPRD Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Camat Tallo Alamsyah Sahabuddin bersama Ketua KONI Makassar Ahmad Sosanto berkunjung ke Kelurahan Lakkang Kecamatan T...
Politik07 Agustus 2022 21:38
Lautan Manusia Padati Senam Sehat Amir Uskara di Bontonompo Gowa
SULSELSATU.com, GOWA – Animo masyarakat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk bertemu dengan Anggota DPR RI Amir Uskara yang juga Wakil Ketua ...
Sulsel07 Agustus 2022 20:34
Syaharuddin Alrif Optimis Luwu Raya Jadi Basis Partai NasDem
SULSELSATU.com, LUWU – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan, kembali bakar semangat seluruh kader di Kabupaten Luwu. Keha...
Makassar07 Agustus 2022 19:27
Dukungan Relawan Desa Tambah Kekuatan Ganjar Pranowo di Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Basis kekuatan pendukung Ganjar Pranowo di Sulsel bertambah. Kali ini dari ribuan orang yang tergabung dalam Jaringan...