Habiskan Rp 3 Triliun, Dishub Sulsel Bakal Ganti Halte Bus Dengan Stasiun

Habiskan Rp 3 Triliun, Dishub Sulsel Bakal Ganti Halte Bus Dengan Stasiun

 

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan membongkar dan renofasi halte bus terbengkalai di Kota Makassar menjadi stasiun Bus Rapid Transit (BRT). Direncanakan ada 4 stasiun BRT yang akan dikerjakan mulai tahun depan.

“Kita sudah usulkan ke Biro Aset (Badan Keuangan dan Aset Daerah Sulsel). Berarti sisa tunggu aksi ini (pembongkaran halte),” ucap Plh Kepala Dishub Sulsel Aruddini.

Aruddin juga menjelaskan, ada 158 halte BRT yang di bangun mulai dari Maros sampai Takalar. Halte yang lama akan dibongkar dan dihapus sebagai aset. Namun ada beberapa halte yang dibongkar dan dipindahkan ke Takalar.

“Ada halte yang diangkat ke kantor. Ada juga daerah yang minta seperti Takalar. Kita akan pindahkan jadi halte teman bus,” jelasnya.

Aruddin menjelaskan, tantangan mereka sekarang adalah harus membangun 42 stasiun sebelum 257 armada BRT Mamminasata konsep yang baru resmi beroperasi. Stasiun ini yang direncanakan akan menggantikan stasiun BRT yang terbengkalai.

“Iya, di dalamnya itu masterplan ada 42 stasiun itu, ada pengisian listrik untuk bus,” jelasnya.

Kata Aruddin, stasiun yang dibangun nanti akan difasilitasi dengan pengisian kendaraan listrik, kata dia sebab armada BRT yang beroperasi nanti merupakan kendaraan bertenaga listrik.

“Masterplan-nya itu, 257 Damri pakai listrik,” terangnya.

Untuk dana proyek pembangunan bus BRT Mamminasata ini yang dibangun dengan konsep baru, diprediksi akan menghabiskan dana sebesar Rp 3,6 Triliun. Anggaran tersebut juga termaksud pembangunan 9 stasiun dengan model elevated atau melayang.

“Investasinya Rp 3,6 triliun termasuk bus, stasiun pengisian kendaraan listrik kemudian jalurnya, karena itu jalur baru yang akan dia buat,” tegasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga