Sosbang di Biringkanaya, Risfayanti Tekankan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah dan Toleransi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan Risfayanti Muin menggelar Sosialisasi Nilai-nilai Kebangsaan (Sosbang) dengan tema “Keagamaan” di Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (13/7/2022).
Kegiatan tersebut dihadiri warga Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, juga dihadiri Ustaz Zein Asfar Affandi dan Raisul Jaiz selaku pembicara.
Dalam sambutannya, Risfayanti menjelaskan kepada warga tentang pentingnya merawat kehidupan bersama, yang diikat oleh pancasila sebagai ideologi dan konsepsi kenegaraan di NKRI.
Bu Risfa, sapaan akrab politisi PDIP itu menerangkan, pancasila adalah asas berbangsa, yang membuat semua warga bersaudara tanpa harus memandang suku, agama, budaya atau strata sosialnya. Olehnya itu, pancasila menjadi penting untuk terus diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita punya pancasila. Kita dipersatukan oleh konsepsi kenegaraan yang menjamin hidup beragam dengan baik, hidup bersama dengan sistem hukum yang berkeadilan,” ujarnya.
Mengingat masih momentum hari raya Idul Adha, Bu Risfa pun membahas makna Kurban dan kaitannya dengan Ukhuwah Islamiyah. Kata Risfayanti, Kurban mengajarkan tentang konsep berbagi yang seharusnya tak dipahami hanya berbagi pada sebatas sesama muslim saja, namun juga pada warga nonmuslim. Hal tersebut sekaligus menjadi pembelajaran toleransi pada generasi muda.
“Kita harus hadir mengajarkan pada anak kita untuk selalu bisa bertoleransi dengan agama lain mengajarkan anak kita berkasih sayang dengan agama lain dengan mengajarkan mereka nilai keagaman sejak kecil. Kita mengajarkan arti kemanusiaan pada anak kita,” jelasnya.
Saat memaparkan materinya, Ustaz Zein Asfar Affandi menerangkan pentingnya mencintai tanah air. Karena sebagaimana yang pernah dikatakan Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
“Makanya jargon ini semangat ini harus selalu didengungkan. Agama menganjurkan mencintai tanah air. Karena Nabi juga mencintai tanah air. Makanya Nabi membuat kesepakatan dengan orang di luar Islam yang disebut sebagai Piagam Madina. Bahwa nonmuslim dijamin kehidupannya dan tidak boleh diganggu,” ujarnya.
Di samping itu, Ustaz Zein juga menegaskan jika Pancasila sama sekali tak bertentangan dengan Islam. Justru sudah sesuai dengan nilai-nilai Islam.
“Kalau ada bilang Pancasila bukan ajaran Islam salah baca itu. Pancasila lahir dari buah pikiran alim ulama. Saya dari SD sampai kuliah selalu lihat logo Pancasila tidak pernah ada niat mau menyembahnya. Saya hanya menjadikannya simbol ideologi,” ujarnya.
Adapun Raisul Jaiz menerangkan tentang tantangan kedepan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila. Sebab saat ini, kelompok anti Pancasila semakin tumbuh subur dan meningkat pengikutnya.
“Tantangan kedepan semakin berat karena ada kelompok yang tidak menginginkan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila ingin diganti menjadi khilafah dan NKRI Bersyariah,” ujarnya.
Penolakan terhadap Pancasila kata Raisul Jaiz semakin meningkat dari tahun ke tahun berdasarkan hasil penelitian lembaga survei. Mereka menyasar generasi muda melalui media sosial. Hal tersebut perlu diwaspadai agar generasi muda tak terpengaruh oleh ideologi radikal tersebut.
“Sasaran tembak mereka adalah generasi muda. Apa yang mesti dilakukan adalah sosialisasi nilai kebangsaan dan sosialisasi melalui jalur pendidikan. Ini yang paling penting. Saya berharap kurikulum pendidikan ada pencangkokan pancasila pada mata pelajaran lain,” tandasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News