Dinkes Makassar Genjot Cakupan BIAN, Wawali Edukasi Warga untuk Berpartisipasi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi bersama Kepala Dinas Kesehatan Makassar Nursaidah Sirajuddin memantau pelaksanan BIAN di beberapa titik.
Adapun salah satunya di Kontainer Recover Centre Kelurahan Bulogading Kec. Ujung Pandang, Selasa (13/9/2022).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk menggenjot cakupan imunisasi campak dan rubela lewat program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Dimana, cakupan BIAN harus mencapai 95 persen untuk menutup kesenjangan imunisasi pada anak.
Di lokasi tersebut, Wawali Fatmawati memberi edukasi sekaligus semangat kepada para ibu-ibu atau orang tua untuk mengikutkan anaknya dalam program BIAN.
Mulai dari anak usia sembilan bulan hingga dibawah 12 tahun.
“Terimakasih untuk ibu-ibu yang sudah mau mengikutkan anaknya program Imunisasi. Ini tujuannya agar anak-anak kita sehat dan terhindar penyakit,” ucap Fatmawati Rusdi.
Sementara itu, Nursaidah Sirajuddin, Pemkot Makassar harus mempercepat pelaksanaan BIAN.
Apalagi, Makassar pernah menjadi daerah dengan persentase BIAN paling rendah.
Berkat upaya yang dilakukan selama ini, Makassar bisa menyalip dua daerah lain yang ada di Sulsel.
“Dulu kita paling belakang urutan 24, sekarang sudah menyalip Palopo dan Enrekang, kita diurutan 22,” jelasnya.
Pemkot Makassar kata Ida-sapaannya akan terus menggenjot capaian BIAN hingga akhir September mendatang.
Bukan hanya Dinas Kesehatan, tugas ini harus dilakukan dengan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Upayanya harus lintas sektor, semua harus terlibat bukan hanya dari Dinas Kesehatan, tapi juga dari masyarakat, kader PKK, semua harus berperan,” ujarnya
Ida menjelaskan, pelaksanaan BIAN dilakukan dengan pemberian imunisasi tambahan campak rubella (MR).
Sasarannya anak usia 9 bulan sampai dengan 59 bulan.
Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak.
Utamanya di pos pelayanan imunisasi seperti posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas dan rumah sakit.
Imunisasi ini kata Ida memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan sindrom kongenital rubella atau kecacatan pada bayi dalam kandungan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News