Giliran Petani di Wajo Apresiasi Program Mandiri Benih Ala Gubernur Sulsel

Giliran Petani di Wajo Apresiasi Program Mandiri Benih Ala Gubernur Sulsel

 

SULSELSATU.com, WAJO – Keberhasilan Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni program Mandiri Benih Padi turut dirasakan masyarakat petani di Kabupaten Wajo.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya oleh Kelompok Tani Mattirowali di Desa Mannagae, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Rabu 28 September 2022.

Ketua Kelompok Tani Mattirowali, Yusuf menjelaskan, panen yang digelar adalah Perbanyakan Benih Sebar Padi dari bantuan Mandiri Benih Padi yakni benih pokok (BP) ditangkarkan di Instalasi kebun benih miliki Pemerintah Sulawesi selatan, hasil panen benih sebar (BR) oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman akan membagikan kembali kepetani untuk di tanam pada musin tanam Oktober-Maret 2022/2023

Dari hasil panen kali ini, Yusuf mengaku mengalami peningkatan produksi padi dari yang sebelumnya hanya 7 sampai 8 ton per hektar, setelah melakukan uji coba menggunakan benih bantuan dari Gubernur Sulsel, kini menjadi 9,4 ton per hektar.

“Alhamdulillah, ini adalah bantuan cuma-cuma yang diberikan gubernur kepada kami para petani untuk kesejahteraan petani. Setelah menggunakan benih bantuan gubernur ini Alhamdulillah meningkat (Produksi Padi) atas kerjasama juga dengan para kelompok tani dan pemerintah terkait,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Penyuluh Pertanian Kabupaten Wajo, Muhammad Asri. Menurut Asri, benih hasil penangkaran yang diberikan gubernur memiliki mutu dan kualitas yang bagus. Selain itu, juga didukung dengan kemampuan para petani yang didominasi oleh petani milenial dalam mengelola pertanian.

Asri mengungkapkan, sejumlah petani di Kabupaten Wajo juga telah mendapat pembekalan berupa edukasi tentang pengelolaan pertanian menggunakan benih padi bantuan gubernur melalui sekolah lapangan yang dikawal oleh Balai Benih Tanaman Pangan, Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Wajo, dan sejumlah pihak terkait.

“Petaninya juga cukup aktif mengikuti kegiatan (Pembinaan melalui sekolah lapangan) ini. Sehingga ilmunya juga cukup terserap dan rekan-rekan penyuluh aktif juga mendampingi mereka baik diluar lapangan maupun dari materi-materinya. Sehingga, kegiatan ini sukses,” ungkapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Tanaman Pangan (UPT BBTP) Dinas Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sulsel, Abdul Gaffar menuturkan, panen di Kabupaten Wajo merupakan panen perbanyakan benih dari benih pokok menjadi benih sebar

Hasil dari panen benih penangkar ini, selanjutnya, akan menjadi benih sebar kemudian dibagikan ke petani untuk ditanam kembali menjadi padi konsumsi pada Oktober mendatang.

“Yang baru-baru kita panen ini adalah panen perbanyakan benih dari benih pokok ke benih BR yang dilakukan oleh petani penangkar. Ini adalah benih hasil penangkaran petani yang selanjutnya akan di panen dan diprosesing dan siap dibagikan ke petani untuk jadi benih,” ucapnya.

Gaffar mengatakan, untuk program mandiri benih, penangkar tahap pertama dari Mandiri Benih Padi UPT BBTP telah melibatkan sebanyak 234 petani penangkar diatas lahan 400 hektar tersebar di 14 kabupaten kota di Sulsel yang memiliki lahan pertanian.

Sementara untuk panen kali ini, tambahnya, merupakan program benih penangkaran tahap kedua yang melibatkan 192 orang petani penangkar dengan luas lahan 431 hektar. Hasil benih penangkar ini, nantinya akan menjadi benih bantuan yang disebar ke seluruh Kabupaten Kota di Sulsel dengan target total benih yang akan dibagi sebanyak kurang lebih 1.300 ton.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga