Logo Sulselsatu

Gubernur Sulsel Beberkan Upaya Menurunkan Permasalahan Tumpang Tindih Pemanfaatan Lahan Dihadapan Para Menteri

Asrul
Asrul

Selasa, 04 Oktober 2022 21:30

Gubernur Sulsel Beberkan Upaya Menurunkan Permasalahan Tumpang Tindih Pemanfaatan Lahan Dihadapan Para Menteri

SULSELSATU.com, JAKARTA – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, bahwa Pemprov Sulsel sangat mendukung kebijakan satu peta.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat berdiskusi bersama para Menteri Kabinet Indonesia Maju pada Rapat Kerja Nasional Kebijakan Satu Peta oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa 4 Oktober 2022.

Diantaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Baca Juga : Wapres Apresiasi Program Pengembangan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah di Sulsel

Serta dihadiri Kepala Badan Informasi Geospasial Kemenko Perekonomian Aris Marfai; para gubernur, bupati/walikota, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dan asosiasi.

Pemprov Sulsel terus berkomitmen untuk mendukung Kebijakan Satu Peta. Hadirnya kebijakan satu peta ini, sangat mendukung penyelesaian permasalahan tumpang tindih pemanfaatan lahan,” ungkap Andi Sudirman.

Untuk menurunkan permasalahan tatakan ini, Pemprov Sulsel telah melakukan revisi untuk Perda RTRW.

Baca Juga : Wapres Ma’ruf Amin Beri Jempol Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

Hal itulah yang mendasari Gubernur Sulsel Andi Sudirman meraih penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, yakni Penganugerahan Penyelesaian Ketidaksesuaian Pemanfaatan Ruang melalui Revisi RTRW Provinsi.

“Kita telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022-2041. Ini menjadi Perda RTRW pertama hasil terintegrasi RZWP3K dan UU Cipta Kerja,” jelasnya.

Dengan hadirnya Perda RTRW ini, tindak lanjut rencana aksi, koordinasi lintas sektor sehingga Sulsel berhasil menurunkan secara drastis angka ketidaksesuaian tatakan dari 47.993 Ha (44,7%) menjadi 1.380 Ha (0,03%).

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terbang Bersama Wapres KH Ma’ruf Amin ke Wajo

“Hadirnya kebijakan satu peta ini sangat memudahkan investasi. Kita harap, ini akan lebih memudahkan perencanaan pembangunan yang lebih tertata, termasuk dalam mengakomodasi sistem investasi dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga penyelesaian ketidaksesuaian peta dapat diselesaikan,” terangnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

 Komentar

 Terbaru

Video05 Desember 2022 22:40
VIDEO: Panggung Acara Anies Baswedan di Pekanbaru Ambruk
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan panggung acara Rapat Akbar Relawan Anies Baswedan di Pekanbaru roboh. Video tersebut terjadi saat r...
Ekonomi05 Desember 2022 19:35
Selamatkan Masyarakat Dari Jerat Rentenir, Perempuan Ini Sukses Jadi Agen BRILink dan UMi
  SULSELSATU.com – Siapapun bisa menjadi AgenBRILink yang sukses asal memiliki kemauan. Ini terbukti pada sosok wanita asal Barito Kuala, Banja...
Video05 Desember 2022 19:10
VIDEO: Pertandingan Latto-latto di Soppeng, Dua Bocah Bertanding Sampai 4 Jam 47 Menit
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan 2 orang tengah bertanding bermain latto-latto untuk memperebutkan 1 unit sepeda. Juara 1 merupakan ...
Kriminal05 Desember 2022 18:30
Kasus Pembuangan Bayi Marak Terjadi, Tiga Bulan Terakhir Ada Enam Kasus
Kasus pembuangan bayi marak terjadi di Kota Makassar ...