Kadisdukcapil Jeneponto Mengaku Tak Melihat Pengeroyokan Wartawan di Kantornya

SULSELSATU.com,Jeneponto – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Jeneponto, Muh Jafar Abbas mengaku tak melihat dan mengetahui adanya dugaan pengeroyokan wartawan dikantornya yang diduga dilakukan oleh oknum stafnya, Jumat (28/10/2022) kemarin.
“Kalau soal (Pengeroyokan red) itu saya berani katakan sama sekali saya tidak tahu dan tidak melihat,”ujar Muh Jafar Abbas kepada awak media saat memberikan keterangan pers disalah satu warkop di Jeneponto, Sabtu (29/10/2022)
Ditanya terkait rekaman audio yang beredar, apakah suara dalam rekaman tersebut adalah suara Kadis Disdukcapil Jeneponto dengan salah satu wartawan bernama Agung Setiawan (21) dari media Mata Publik ?
“Kalau itu saya akui memang, itu percakapan saya di depan kamar mandi itu,”katanya.
Muh Jafar menjelaskan kejadian tersebut berawal ketika dirinya ingin ambil air wudhu di kamar mandi dan datang seorang pemuda mengaku dari media dan ingin wawancara.
“Saya tanya kenapaki dek, terus dia bilang mauka wawancara jadi saya bilang saya mau ke masjid shalat Jumat, nantipi nah, lain kalipi atau kapan kapan saja”katanya.
“Dia jawab nanti lain kalipi pale pak, jadi saya bilang iya”pungkasnya.
Setelah itu, dirinya pun masuk ke kamar mandi untuk ambil air wudhu.
“Tapi setelah saya keluar dari kamar mandi ternyata masih ada dia diluar. Jadi saya bilang apa lagi saya kira sudah saya tanya nanti lain kalipi karena waktunya sudah mepet (mau ke Masjid)”katanya.
Namun kata Muh Jafar Abbas, si Agung ini diduga ngotot ingin wawancara.
“Tetapi dia ngotot dan mengatakan, sebentar sekaliji pak waktunya kalau bisa. Jadi Saya tanya, mengenai apa itu?, dia bilang banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan Capil”katanya.
“Jadi saya bilang bagaimana pi lagi pegawai melayani dan bahkan saya biasa dibawah di pelayanan lihat lihat itu pegawai caranya melayani warga”tambahnya.
Selain itu Muh Jafar Abbas juga membantah adanya pengusiran wartawan.
“Tidak ada sama sekali (pengusiran). ketahuan ji itu (dalam rekaman audio red) kalau saya usir toh,”pungkasnya.
Ia pun kembali menegaskan bahwa insiden kemarin mengaku tak tahu menahu kalau ada dugaan pengeroyokan.
“Iya tidak ada sama sekali saya lihat (Pengeroyokan/penganiayaan red). Tidak ada pengusiran,”tegasnya
Diberitakan sebelumnya, Agung Setiawan (21) mengaku wartawan dari media Mata Publik resmi melapor ke Polres Jeneponto, dengan nomor laporan : STTLP/469/X/2022/SPKT/RES JENEPONTO/POLDA SULSEL, Jumat (28/10/2022)
Kepada sulselsatu.com dibalik pesan WhatsApp, ia mengaku melapor ke polisi lantaran menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah pegawai dikantor Disdukcapil Jeneponto, Jalan Ishak Iskandar
Menurut dia, dirinya ke Kantor Disdukcapil Jeneponto baru pertama kali dan ingin melakukan wawancara dengan Kadis Disdukcapil Jeneponto, Muh. Jafar Abbas terkait dengan adanya keluhan masyarakat soal pelayanan.
”Saya kan hanya konfirmasi kebenaran nya, tapi kadis langsung marah-marah, padahal saya baru pertamakali masuk di Kantor Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil Jeneponto untuk melakukan wawancara,”ujar Agung Setiawan.
Namun bukanya diterima dengan baik, Agung mengaku malah di usir keluar dari ruangan kantor Disdukcapil.
“Saya bahkan sempat diusir karena melihat gelagat tak baik, saya memutuskan untuk keluar dari kantor Capil akan tetapi pada saat saya sudah berada di halaman kantor Disdukcapil tiba-tiba ada beberapa oknum (Pegawai) mendatangi saya”katanya
Tidak selesai sampai disitu, sebanyak tiga orang oknum Pegawai menghampiri Agung dan melakukan dugaan Penganiayan.
“Tanpa banyak bicara langsung mengeroyok sampai di pinggir jalan bahkan sempat di lempari (saya red) kursi oleh oknum tersebut,”tambahnya.
Kata dia, dirinya mendapat beberapa pukulan dari oknum pegawai tersebut.
“Mulai dari muka dan belakang punggung, karena saya di tempeleng, di tinju dan di tendang,”katanya
Tidak terima dengan kejadian tersebut, dirinya pun langsung melaporkan kejadian ini Ke Polres Jeneponto.
Penulis Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News