Ramaikan WEF Annual Meeting Davos, Ketum Kadin Pamer Peluang Investasi IKN

Ramaikan WEF Annual Meeting Davos, Ketum Kadin Pamer Peluang Investasi IKN

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketum Kadin Arsjad Rasjid memerkan peluang investasi IKN Nusantara dalam Forum Ekonomi Dunia/World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2023 di Davos, Swiss.

Peluang investasi IKN Nusantara dipamerkan Arsjad di sesi acara Bold New Cities Take the Stage bersama CEO NEOM Nadhmi Al Nasr.

“Konsep IKN sebagai kota smart dan green membawa peluang yang besar bagi investor global dan penyedia teknologi untuk berinvestasi di IKN,” kata Arsjad, mengutip keterangannya pada Sabtu (21/1/2023).

Proyek besar ini digadang-gadang menjadi tolok ukur dunia dalam membangun peradaban baru. Melalui semangat terintegrasi, ramah lingkungan, dan sehat untuk penghuninya.

Berlokasi di pulau Kalimantan di tengah hutan tropis, IKN kata Arsjad, akan menjadi sebuah kota yang cerdas, hijau, dan berkelanjutan serta berpotensi menjadi kota pertama yang memiliki tingkat karbon netral pada tahun 2045.

Hal ini dikarenakan dilakukannya penanaman 15 juta pohon dan melestarikan 65 persen hutan di sekitar IKN.

Arsjad mengatakan, kota ini bukan sekadar Ibu Kota negara, kota hutan dengan pendapatan dari carbon credit.

Dengan memperhatikan berbagai aspek keberlanjutan yang dimiliki IKN, Indonesia juga memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.

Mulai dari 4.400 sungai yang bisa dimanfaatkan untuk PLTA, potensi panas bumi 29.000 megawatt. Gabungan dari semua potensi sumber EBT ini bisa mencapai 450.000 megawatt, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia di masa depan.

“Di IKN akan ada bangunan hijau yang didukung oleh 100 persen energi terbarukan, sistem pengelolaan limpasan air hujan berkelanjutan yang dapat mengurangi banjir, air minum yang mengalir dari keran, serta sistem angkutan massal yang cerdas, bersih, dan terintegrasi,” ucapnya.

Arsjad yakin, hal tersebut akan membuat investor semakin tertarik untuk berinvestasi di IKN. Selain itu, IKN juga dapat menjadi tolok ukur bagi negara-negara lain dalam membangun kota modern yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, Indonesia juga berpotensi menjadi pemimpin Asia Tenggara dalam transisi energi karena kekayaan alam di Indonesia sangat melimpah sehingga akan mendukung usaha transisi energi. Hal ini tentunya akan menarik minat tinggi investorkarena kemajuan Indonesia bergerak seiring dengan tren konsumsi energi ramah lingkungan.

“Jadi, kita memang perlu segera menjalankan ekonomi dan industri hijau yang berkelanjutan, salah satunya melalui transisi energi dengan memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan. Indonesia memiliki semua sumber EBT yang potensinya sangat luar biasa besar,” ujarnya.

Sejalan dengan fokus WEF Annual Meeting 2023 untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan swasta, Arsjad juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan. Baik itu pemerintah, pemimpin industri, asosiasi, dan elemen masyarakat.

“Karena berkat kolaborasi kita ini Indonesia dapat secara konsisten melakukan transisi energi yang adil, inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, beberapa faktor kunci yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang memimpin transisi energi adalah kebijakan yang transparan, inovatif dan mampu menggaet investor untuk menanamkan modalnya dalam skema transisi energi,” ucapnya.

(*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga