PELITA Gandeng ISBI Sulsel Gelar Dialog Literasi Budaya dan Film Lokal

PELITA Gandeng ISBI Sulsel Gelar Dialog Literasi Budaya dan Film Lokal

SULSELSATU.com, TAKALAR – Persatuan Penggiat Literasi Takalar (PELITA) bersama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Selatan prodi Film dan Televisi menggelar kegiatan Dialog Literasi Budaya dan Film Lokal tahun 2023 di Gedung PGRI Kabupaten Takalar, Sabtu (22/01/2023). Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi antaran komunitas literasi dengan kampus.

Ketua PELITA, Abdul Jalil Mattewakkang menuturkan bahwa gerakan literasi harus dilakukan secara kolaboratif, termasuk melibatkan pihak kampus.

Literasi digital (film) merupakan bagian yang mesti kita intens lakukan dalam upaya menjawab fenomena dan dinamika perkembangan teknologi kedepan.

“Minat baca dan budaya baca yang masih rendah, membuat kita sebagai penggiat literasi mesti melakukan ragam inovasi dan edukasi yang variatif demi menggaet generasi muda dan masyarakat umum untuk giat membaca dan berliterasi”, tambahnya.

Sementara itu, Yus Amin db yang mewakili Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Takalar (DK3T) menyampaikan bahwa aspek kesenian dan kebudayaan (literasi budaya) menjadi konsen kami, kita butuh edukasi dan pelestarian yang lebih massif agar kita tidak kehilangan entitas dan identitas sebagai masyarakat yang memiliki ragam kebudayaan lokal, terangnya.

Ikhwan Muharram selaku Dosen ISBI Sulsel menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara kami dari akademisi dengan penggiat literasi di Kabupaten Takalar.

“Pemutaran film hari ini merupakan tugas kuliah dari mahasiswa ISBI Sulsel prodi film dan televisi. Film dokumenter ini dibuat oleh mahasiswa namun kami berharapnya agar film ini bisa di menjadi edukasi secara umum, maka baiknya di diseminasi dengan pihak di luar kampus,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Takalar yang di wakili oleh Kepala Bidang Pengolahan Bahan Pustaka (Hj. Asniah) menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Keterlibatan kampus dalam berbagai kegiatan tentunya akan memberikan ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya dalam kegiatan literasi digital (film).

Sekadar informasi bahwa DPK Takalar saat ini sedang mengembangkan aplikasi perpustakaan digital yang akan dikerjasamakan dengan pihak Desa sebagai wujud memasyarakat budaya baca di masyarakat,” terangnya.

Kabid Pengolahan Bahan Pustaka DPK Takalar ini juga membuka secara resmi Dialog Literasi Budaya dan Film Lokal mewakili Kepala Dinas DPK Takalar.

Pemutaran film dokumenter ini diikuti oleh perwakilan komunitas literasi, duta baca, forum osis dan MGMP Seni Budaya Kabupaten Takalar.

Hadir juga membersamai kegiatan ini yakni Zainuddin Detol (Dewan Pembina PELITA), Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Kabid Kebudayaan (H Abd Rauf Dini), dan Kabid Ekraf Disparpora Takalar (H Andi Gunawan).

Judul film dokumenter yang diputar dan dibedah yakni “Akkanaki Na Ri Assengki” karya Muhammad Hidayat dan “Skateboard Sampai Mati” karya Rodjail Ardiansyah.

Bedah buku ini dipandu oleh Fani yang juga mahasiswa PPS ISI Solo, dengan pembedah Amin db dari Ataraxia.

Kedepan, kami berharap kegiatan semacam ini intensi kita lakukan sebagai edukasi ke masyarakat perihal literasi budaya dan literasi digital, tutup AJM sapaan akrab Abdul Jalil Mattewalkang.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga