Timsel Bawaslu Sulsel Wacanakan Tak Umumkan Hasil CAT

Timsel Bawaslu Sulsel Wacanakan Tak Umumkan Hasil CAT

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tes tertulis yang dilakukan dengan computer assisted test (CAT) pada seleksi anggota Bawaslu Provinsi tak diumumkan. Hal ini ditegaskan oleh tim seleksi (Timsel).

Kebijakan ini dinilai menyalahi prinsip transparansi. Padahal sistem CAT, hasilnya bisa langsung dilihat. Peserta bisa melihat nilainya masing-masing setelah selesai menyelesaikan soal.

Hal ini menjadi pertanyaan salah satu peserta saat sosialisasi perekrutan calon anggota Bawaslu Sulsel yang digelar di kantor Bawaslu Makassar.

Menjawab pertanyaan ini, anggota Timsel Romi Librayanto menyebut hal ini sesuai pedoman dan arahan saat pembekalan. Bahwa hasil CAT bukan penentu.

“Biasanya CAT bisa saling lihat (nilainya) orang. Tidak diumumkan supaya tidak gaduh aja. Pasti (menjadi tanda tanya di masyarakat) cuman kita menjalankan kewenangan saja, tetap kita awasi semua,” kata Romi dalam sosialisasi itu.

Romi menuturkan, setiap peserta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Timsel juga akan menyeleksi setiap orang, namun nantinya akan bekerja dengan tim.

Adapun pendaftaran bakal calon dilakukan mulai Jumat, 10 hingga 20 Februari. Disiapkan masa perpanjangan tiga hari pendaftaran jika pendaftar belum memenuhi dua kali kebutuhan yakni minimal 14 orang. Atau pendaftar perempuan belum cukup 30 persen.

Pengumuman seleksi berkas administrasi pada Senin, 27 Februari. Kemudian peserta yang lolos seleksi administrasi akan ikut tahapan selanjutnya yakni tes tertulis pada Rabu, 1 Maret dan tes psikologi 2-3 Maret.

Gaji komisioner Bawaslu Provinsi memang cukup menggiurkan. Untuk posisi ketua ialah Rp18.194 juta, sedangkan anggotanya Rp16.709 juta.

Selain gaji pokok para komisioner juga akan mendapat tunjangan perjalanan dinas. Ketua dan anggota Bawaslu Provinsi setingkat dengan biaya perjalanan dinas pejabat eselon II.

Sejauh ini sejumlah anggota Bawaslu di daerah membidik naik kelas ke provinsi. Mereka menegaskan siap mengambil formulir pendaftaran untuk menapaki jenjang karir.

Mereka yang kabarnya ingin mendaftar di Bawaslu Provinsi ialah Syamsir Alam (Pangkep), Sufirman (Maros), Rachman Atja (Lutim), Abdul Mannan (Barru), Abdul Malik (Wajo), Rusmin (Sinjai) dan Winardi (Soppeng).

Ketua Bawaslu Maros, Sufirman mengatakan akan mendaftar. Apalagi posisinya sebagai komisioner tidak mesti mundur. Ia juga mengaku sudah mendapat dukungan dari keluarga dan rekan-rekannya.

“Kalau ada doa-doanya dari teman-teman, Insya Allah. Cuma saya biasanya, saya melihat sesuatu. Saya pasti serius. Kan tidak bagus mengecewakan, sementara teman-teman sudah mendukung,” ucapnya.

Sufirman sendiri baru satu periode menjadi anggota Bawaslu Maros. Sebelumnya ia menjabat Panwaslu kabupaten, yang saat itu masih berstatus badan adhoc. “InsyaAllah mendaftar, kalau pun akhirnya bukan kita (terpilih), yang penting kita sudah ikhtiar,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga