Catat, 3 Hal Sepele Bikin Hubungan Intim Suami Istri Jadi Haram

SULSELSATU.com, JAKARTA – Hubungan intim suami istri merupakan ibadah dan halal hukumnya. Tetapi, ada beberapa faktor sepele yang menjadikannya haram.
Hal apa saja itu?
Ustazah Lulung Mumtaza mengatakan, pertama mungkin karena adanya keterpaksaan. Berhubungan intim antara suami dan istri tak boleh ada unsur keterpakasaan. Mesti sama-sama mau dan sama-sama suka.
“Yang namanya ibadah itu harus ikhlas, sama-sama suka, sama-sama senang. Jadi yang pertama karena ada keterpaksaan,” katanya.
Faktor kedua yakni tempat yang wajar. Pada surat Al Baqarah menyatakan, bahwasannya seorang istri adalah harus vakum, yaitu ladang bagi kamu. Maka datangilah ladangmu di tempat yang kamu sukai.
“Jadi, jangan mengikuti namanya, maaf orang-orang jahiliyah, bukan pada tempatnya,” lanjutnya.
Ketiga yakni harus diawali dengan doa-doa. Sebagaimana aktivitas lainnya, hubungan suami istri juga harus diawali dengan doa.
“Jangankan kita ibadah nafkah batin kayak gini, kita makan nggak baca doa itu yang ikut adalah setan, ikut makan. Ketika kita baca doa-doa itu setan menyingkir. Ketika kita makan pakai tangan kiri pun saat makan kita dapat dosa,” ujarnya.
Inilah ketika ibadah ini tidak diawali dengan doa, doa itu penting. Ketika kita membaca Bismillah, semua diawali dengan Bismillah, maka dia akan mendapat barokah.
Kalau semua amalan tidak diawali dengan Bismillah, maka putus berkahnya.
“Kalau dulu kita pengantin baru itu mawaddah. Tapi, ketika kita sudah ibu-ibu anak tiga, anak empat, tapi sekarang sudah punya anak kadang malas, itu yang bikin dosa, tertunda-tunda.”
“Ini tuh (nafkah batin) menjadi ibadah. Jaga kebersihan, jangan melalui dubur, jangan pada saat kita memberikan nafkah batin pada saat istri sedang datang bulan. Ini nih kadang suami suka maksa. Bahkan ketika sedang melakukan nafkah batin membandingkan dengan yang lain, menyakiti hati istri. Kita harus namanya melihat kondisi, lak-laki juga jangan pakai memaksa. Ada yang namanya kalau mengikuti kata Rasulullah SAW, bermesraan dulu mengikuti satu keinginan, boleh. Tapi, jangan memaksa, jangan namanya menyakiti,” ucapnya.
(*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News