Romantisnya Putri Dakka dan Hendra Nganro Rayakan Hari Pernikahan di Atas Kapal Pinisi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pasangan pengusaha sukses asal Palopo Putriana Hamda Dakka dan Hendra Nganro merayakan hari pernikahan mereka di atas Kapal Pinisi di sekitaran Pantai Losari, Makassar pada Senin 7 Agustus 2023.
Bersama sejumlah koleganya, Putri bersama sang suami menikmati senja di sekitaran laut Pantai Losari diiringi musik yang menjadi kesukaan kedua pasangan ini.
Dalam akun media sosial Putri, perempuan kelahiran Palopo, 20 Januari 1987 itu menyampaikan sejumlah harapannya dalam momen spesial ini yang turut disaksikan sejumlah kolega terdekat mereka.
“Selamat hari ulang tahun pernikahan. Sungguh Allah telah menyayangiku dengan mempertemukan seorang imam dan guru terbaik dalam mengajarkan kesabaran,” ucap Putri dikutip Selasa (8/8/2023).
Ketua DPD NasDem Luwu Utara itu menyampaikan syukur atas karunia yang sudah diberikan dalam menjalani bahtera rumah tangga bersama Hendra Hangro.
“Engkau adalah mujahid yang paling indah, sungguh ku akan setia disampingmu. Akan aku ikat erat dirimu dengan ketakwaan dan cinta yang tulus dari hati, selamanya,” ungkap Putri dengan penuh kasih sayang.
Hendra kata Putri adalah raja dihatinya yang terus menguatkannya menghadapi badai kehidupan.
“Tanpa kamu, mungkin kini aku rapuh dalam menjalani indahnya mengenal agama Allah. Betapa aku bersyukur karena Allah mencintaiku dan mencintaimu sehingga kita dipertemukan dalam naungan cinta-Nya,” urai jebolan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu.
“Berilah kami kedamaian, redamlah seluruh pertengkaran jika ada, padamkanlah hati kami yang memanas karena duniawi. Jadikan kami orang yang selalu bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan di dalam rumah tangga ini. Lup u papah Hendra Nganro, Thanks to Allah,” demikian Owner HEKKA Indonesia itu.
Diketahui, Kapal pinisi merupakan kapal layar tradisional yang berasal dari Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Konon, pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading, Putra Mahkota Kerajaan Luwu.
Bahan yang digunakan untuk membuatnya diambil dari pohon welengreng (pohon dewata) yang terkenal kokoh dan tidak mudah rapuh. Sebelum menebang pohon, dilaksanakan upacara khusus terlebih dulu agar penunggu pohon bersedia pindah ke pohon lainnya.
Sawerigading membuat perahu tersebut untuk berlayar menuju negeri Tiongkok. Saat itu, ia bermaksud meminang Putri Tiongkok yang bernama We Cudai. Sawerigading pun berhasil memperistri Puteri We Cudai.
<span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;><span;>Setelah lama tinggal di Tiongkok, Sawerigading yang rindu dengan kampung halamannya pun berlayar ke Luwu dengan menggunakan perahu pinisi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News