Kemarau 2023, Lima Kecamatan di Kota Makasdar Krisis Air Bersih

Kemarau 2023, Lima Kecamatan di Kota Makasdar Krisis Air Bersih

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kota Makassar saat ini tengah hadapi kemarau yang berkepanjangan. Menyebabkan kekeringan di beberapa kecamatan.

Ada lima kecamatan yang terdampak kekeringan, di antaranya Tamalanrea, Biringkanaya, Tallo, Ujung Tanah, dan sebagian wilayah di Panakukang.

Saat ini pemerintah Kota Makassar masih melakukan upaya untuk menghadapi kemarau panjang yang diprediksi akan terjadi hingga Januari 2024 mendatang.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi tengah mengadakan rapat membahas masalah kekeringan yang terjadi akibat dampak dari bencana El Nino.

Dalam rapat tersebut, seluruh OPD, khususnya PDAM, BPDB, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PU, BPKAD, dan 15 camat se-Kota Makassar, rapat tersebut berlangsung di DP Hall Jalan Amirullah, Senin (4/9/2023) lalu.

Danny Pomanto menyampaikan ada beberapa persoalan dihadapi masyarakat Kota Makassar saat ini. Seperti, penurunan debit air, sumber air baku, pengelolaan, distribusi, dan penghematan air.

Ditengah musim kemarau panjang, sumber air baku di Lekopaccing mengalami penyusutan sehingga perlu alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Ia pun berencana akan menggunakan teknologi terbarukkan geolistrik untuk mencari sumber air tanah yang akan dijadikan sumur.

“Geolistrik bisa membaca PH dan volume air sebelum kita bor. Itu artinya kita lebih selektif mendapatkan air tanah,” kata Danny Pomanto.

Sebagai pengelola air bersih, Danny Pomanto mengintruksikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar menyusun perencanaan terkait penggunaan metode geolistrik.

“Ini mesti cepat. Paling tidak kita harus bikin schadule. September harus ada titik,” tutur Danny Pomanto.

Untuk program jangka pendek, Danny Pomanto mengintruksikan seluruh camat untuk mendata rumah yang terdampak kekeringan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga